Dokter Harry Curigai Ada Permainan di RSUD Deliserdang, Tidak Terima Dimutasi ke RS Tipe D

Dokter spesialis bedah umum melawan manajemen RSUD Deliserdang karena tidak terima dimutasi ke RS Tipe D

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
dr Harry Butar-butar Sp.B 

"Operasi malam tentunya sangat beresiko. Kemudian, beliau itu aktif di PP (Pemuda Pancalisa).

Di sana dia Ketua Unit tranfusi PMI Medan.

Karena dekat dengan Kota Medan, harusnya (pemutasian) itu kan membantu," kata Hanif.

Di akhir wawancara, Hanif sempat menunjukkan foto dokter Harry Butarbutar yang tengah melakukan kegiatan di ruang bedah tanpa memakai masker sesuai standar.

Pasien yang Diduga Dibuang Pihak RSUD Deliserdang Anak Ke 4

Bantah Ada Kesewenangan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deliserdang, Yudi Hilmawan mengatakan dr Harry Butarbutar mendapat surat mutasi pada 26 Maret lalu.

Ia mengatakan, kalau pemutasian Harry Butarbutar memang karena kebutuhan.

Jadi bukan karena kesewenang- wenangan.

Ini Komentar Direktur RSUD Deliserdang Terkait Pembuangan Pasien

"Alasan pertama (pemutasian), karena pertimbangan teknis Pimpinan RSUD Deliserdang.

Yang kedua, agar akreditasi RSU Pancurbatu segera naik tipe menjadi C," kata Yudi.

Adapun alasan ketiga, karena yang bersangkutan tinggal di Kota Medan, sehingga dekat dengan Pancurbatu.

"Itulah pertimbangannya," kata Yudi.

Namun, disinggung lebih lanjut mengenai jumlah tenaga medis yang dimutasi akibat perubahan tipe pada Puskesmas Pancurbatu yang sekarang menjadi RS Tipe D, Yudi enggan memberi penjelasan.(dra)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved