Kisruh Bansos Rp 600 Ribu di Sumut

Detik-detik Warga dan Petugas Dinsos Medan Adu Mulut terkait Berkas Bansos Rp 600 Ribu dari Kemensos

Seorang warga protes kepada pegawai Dinas Sosial Kota Medan yang mengumpulkan berkas bansos milik warga

 TRI BUN-MEDAN.COM - Ratusan warga memadati kantor Dinas Sosial Kota Medan untuk mendaftar sebagai calon penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Pantauan wartawan www.tri bun-medan.com, seorang warga protes kepada pegawai yang mengumpulkan berkas.

Pria itu mengaku sudah mengantarkan berkas bansos sejak dua minggu lalu ke Kantor Dinas Sosial Kota Medan, dan ingin menanyakan kapan dana tersebut dapat dicairkan.

"Yang mau saya tanyakan, ke kelurahan atau ke sini (pencairan dana)? Dua minggu lalu saya sudah antar berkas untuk bansos. Intinya saya harus tanya ke mana?" katanya.

Namun pegawai menyangkal, pegawai tersebut menegaskan tak ada pendaftaran bansos dua minggu lalu.

"Bansos ini hebohnya mulai Rabu (Seminnggu) yang lalu, kalau dua minggu yang lalu itu pasti bantuan beras. Kami Pak di sini cuma mendata. Jadi kalau dua minggu yang lalu, abang bukan ngantar berkas bansos," kata pegawai di lokasi.

Namun warga tersebut tetap bersikukuh kalau berkas yang diantarkan adalah data untuk mendapatkan bansos.

"Saya tulis keterangan untuk bansos, jadi nanti ini ditanya kemana?" tanyanya lagi.

Lantas pegawai tersebut menjelaskan bahwa dinas sosial hanya mendata, lalu nantinya pihak kelurahan yang akan verifikasi.

"Ini nanti semua kembali ke kelurahan," kata petugas.

Meski pendaftaran sudah selesai, dan Kantor Dinas Sosial Medan ditutup, warga tetap berkerumun dan memadapi pintu masuk.

Sejumlah warga terlihat mengetok-ngetok pintu kaca agar berkas mereka diterima

(cr21/tri bun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved