Penangkapan Geng Motor Ezto di Medan

Ibu Simanjuntak Protes Anaknya Ditembak Polisi, Ternyata Ketua Geng Motor Ezto yang DPO sejak 2019

Video Shinta Rumata Simanjuntak bentuk protes kepada kepolisian karena anaknya ditangkap lalu kakinya ditembak oleh personel Polsek Helvetia

 TRI BUN-MEDAN.COM - Video Shinta Rumata Simanjuntak viral, rekaman tersebut sengaja dibuatnya sebagai bentuk protes terhadap aksi penembakan yang dilakukan personel Polsek Helvetia kepada dua anaknya.

"Saya Shinta Rumata Simanjuntak bertempat tinggal di Medan. Ingin menyampaikan keluh kesah saya, bahwa pada tanggal 23 April 2020 yang lalu, Polisi Helvetia telah menembaki dua orang anak saya. Pada kaki kiri dan kanannya, menurut cerita temannya, pada waktu itu, anak saya Fernando dan Daniel Sinurat tidak ada melakukan perlawanan. Tangan mereka sudah diborgol keduanya dan mata mereka sudah ditutup dengan lakban dan dibawa dengan mobil," tuturnya dalam video.

"Dan di suatu tempat seperti rawa-rawa mereka diturunkan, mereka disuruh telungkup. Setelah telungkup, kepala mereka diinjak dan kemudian ditembak. Setelah itu mereka dibawa entah ke mana dan sekarang sudah sampai di RS Bhayangkara untuk mendapat pengobatan sekadarnya. Kaki mereka telah diperban, dan setelah itu kedua anak saya ditahan di Polsek Helvetia Medan," tambahnya.

Emosi Kapolrestabes Medan Memuncak, Tunjuk Kepala Bos Geng Motor Ezto Fernando Imanuel Sinurat

Ia menyebutkan, hingga saat ini dirinya tak diberi kesempatan untuk menjenguk anaknya.

"Sampai 12 hari anak saya ditahan, saya tidak dibenarkan menjenguknya, saya menjadi heran. Jikalau anak saya dituduhkan melakukan kesalahan sebagaimana surat pengangkapan tanggal 25 April 2020 yaitu dipasalkan 170 ayat 2 sementara penangkapan dan penembakan terjadi pada 23 April 2020. Apakah pasal 170 itu begitu mengerikan sehingga kedua anak saya dilakukan seperti teroris, seperti pengedar narkoba atau seperti penjahat yang sekelas dengan itu," tuturnya.

Ia bahkan meminta pertolongan kepada Presiden, Menkumham hingga Kapolrestabes dan Kabid Propam Polda untuk meminta perlindungan kasus anaknya tersebut.

"Oleh karena itu, saya memohon perhatian, perlindungan kepada bapak-bapak Kapolrestabes Medan, Kabid Propam Sumut, dan Kapolda Sumut dan bapak Menkunham untuk boleh menolong saya. Dan mengambil tindakan sesuai hukum kepada oknum polisi-polisi Helvetia Medan yang telah melaukan tindakan biadab kepada anak saya. Saya selaku ibu mereka, saya tidak punya suami lagi saya sendiri mengurusi anak saya ini. Setelah mereka tertembak saya juga tidak dibenarkan membesuknya saya tidak tahu kondisi kedua kaki anak saya yang mungkin sudah hampir membusuk," tuturnya. 

"Oleh karenanya mohon diviralkan kepada bapak Jokowi untuk boleh mendapat pertolongan dan keadilan anak saya yang sudah dizolimi," ucap Shinta Rumata Simanjuntak pada akhir video.

Terkait viralnya video Shinta Rumata Simanjuntak, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison menggelar paparan kasus ini.

Terungkap anak Shinta Rumata Simanjuntak adalah pentolan Geng Motor Ezto yang terlibat dalam pengeroyokan Rico Lumbanraja (16) hingga kritis pada 23 Maret 2019 lalu.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved