Penduduk Desa Parbuluan Siap Mati Jika Lahannya Diserobot PT Gruti

Warga Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi siap mati jika lahannya dirampas

TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Warga Parbuluan, Kabupaten Dairi, berdiri di tengah jalan akses masuk hutan negara di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Rabu (13/5/2020). 

DAIRI,TRIBUN-Penduduk Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, terancam terusir dari kampung mereka.

Sebuah perusahaan, disebut-sebut PT Gruti datang dan meminta penduduk desa untuk segera hengkang.

Perusahaan yang kabarnya telah mengantongi HGU dari Kemenhut RI ini mengklaim, Desa Parbuluan VI masuk kawasan hutan negara.

PTPN Bakal Bersihkan Lahan Pascabentrokan OKP, Polisi Akan Hilangkan Cat Loreng di Setiap Bangunan

"PT Gruti mengklaim, 8.850 hektare hutan negara, termasuk di dalamnya kawasan permukiman rakyat.

Tak cuma desa kami. Ada empat desa lagi, yaitu Desa Barisan Nauli, Desa Perjuangan,

Desa Pargambiran, dan Desa Sileu-leu Parsaoran," beber Ketua Kelompok Tani "Petani Marhaen" Desa Parbuluan VI, Pangihutan Sijabat (42), saat ditemui Tribun Medan, Rabu (13/5/2020).

Menurut Sijabat, kasus ini bermula ketika seseorang mengaku sebagai perwakilan PT Gruti datang ke kampung mereka tanggal 21 Februari 2020 lalu.

KPK Dampingi Sumut Tuntaskan Sengketa Lahan termasuk Kawasan Hutan Register 40 dan eks HGU PTPN 2

Orang tersebut menerangkan bahwa Desa Parbuluan VI masuk wilayah hutan negara.

Mereka datang untuk menggarap. Sebagai kompensasi kepada masyarakat, PT Gruti menawarkan uang ganti rugi sebesar Rp1,5 juta per satu hektare lahan.

Penerima ganti rugi kemudian diberikan 200 bibit pohon untuk ditanami di atas lahan yang satu hektare tersebut.

Soal Sengketa Lahan 32 Haktare di Helvetia, Ini Kata Kepala BPN Sumut Bambang Priono

Halaman
1234
Penulis: Dohu Lase
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved