Ramadhan 2020
Masjid Jamik Silalas Sei Deli, Masjid Tua di Medan yang Terlupakan
Secara pasti kapan masjid ini didirikan hanya bisa dilihat dari prasasti berbahasa Arab yang berada di dinding bagian luas masjid.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masjid yang dibangun tahun 1931 ini terletak tepat di tepi Sungai Deli yang melintas di bawah jembatan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
Bangunan Masjid dengan warna hijau dan ornamen yang khas ini berada berdampingan dengan kuburan muslim Jalan Sei Deli Medan.
Menurut keterangan Sekretaris Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Jamik Silalas Sei Deli, Ahmad, masjid ini sudah ada sejak Jaman penjajahan Belanda, namun belum berdiri tegak dengan batu, melainkan hanya berbentuk papan.
"Ini sudah lama ya dibangun, sejak tahun 1931, sebelumnya memang sudah ada bangunan masjid di sini tapi belum seperti ini lah bentuk bangunannya," kata Ahmad, Minggu (17/5/2020)
Sayangnya, terang Ahmad, dirinya tidak tahu percis mengenai sejarah masjid ini.
Secara pasti kapan masjid ini didirikan hanya bisa dilihat dari prasasti berbahasa Arab yang berada di dinding bagian luas masjid.
"Kalau sejarah saya enggak ingat lah, karena ini sudah dari jaman atok saya, baru kakek saya, ayah saya, dan saya. Jadi memang sudah lupa," katanya.
Sementara itu, diterangkan juru masak bubur sop khas Masjid Jamik Silalas Sei Deli, Deni mengatakan bahwa di dalam bangunan masjid Silalas memang berbeda dan memiliki ciri khas bangunan tua.
Pekuburan yang berada di kompleks masjid juga sudah berusia ratusan tahun.
"Kalau kuburan ini sudah ada yang usianya ratusan tahun. Inikan lokasinya sangat berdampingan dengan kuburan ini. Memang di dalam bangunannya sudah tua. Tapi kalau sejarahnya kami kurang tahu," katanya.
• Padukan Arsitektur Tiga Budaya, Masjid Tarbiyah Dikelilingi Ukiran Kaligrafi yang Indah nan Unik
Amatan Tribun Medan, bangunan masjid Jamik Silalas Sei Deli ini tampak terkesan unik. Jendela nya berbentuk kecil dan terdiri dari tiga warna. Sementara itu ornamen di dinding dan kubahnya juga memiliki kesan khas.
Sementara itu, mimbar tempat khatib berkhutbah terbuat dari batu yang menyatu langsung dengan bangunan masjid.
Terdapat prasasti bertulis kan aksara Arab Melayu yang kira-kira berbunyi "Peringatan, didirikan pada 21 Rajab 1352 Hijriah dan mulai digunakan pada 25 Rabiulawal 1353 Hijriah".
Jika dikonversikan ke tahun Masehi, masjid ini dibangun pada tahun 1931 Masehi dan mulai digunakan pada tahun 1932.
Hal yang unik adalah kawasan masjid yang sangat dekat dengan kuburan Sei Deli, bahkan beberapa kuburan tertua terdapat tepat di depan tempat imam masjid salat.
"Ini yang di depan, termasuk kuburan-kuburan yang umurnya sudah tua," ungkap Muhammad Nasir, seorang pengurus masjid.
Diterangkannya, sejak sudah lama sekali, Masjid Jamik Silalas ini juga memiliki tradisi yakni membagikan bubur sop kepada warga sekitar dan musafir setiap hari pada bulan Ramadan.(cr14/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masjid-jamik-silalas.jpg)