Update Covid19 Sumut 19 Mei 2020

Hasil Pemeriksaan Rapid Test, 7 Anggota DPRD Deliserdang Dinyatakan Reaktif

Sebanyak 7 orang anggota DPRD Deliserdang dinyatakan reaktif setelah mengikuti kegiatan rapid test di kantor DPRD, Selasa (19/5/2020).

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
Anggota DPRD Deliserdang dan ASN di Sekretariat melakukan kegiatan rapid tes di kantor DPRD Deliserdang Selasa, (19/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 7 orang anggota DPRD Deliserdang dinyatakan reaktif setelah mengikuti kegiatan rapid test di kantor DPRD, Selasa (19/5/2020).

Meski belum diketahui virus apa yang ada di dalam tubuh masing-masing dewan tersebut, namun mereka diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Isolasi diwajibkan dilakukan sampai hasil swab keluar.

"Setelah selesai diketahui ada 7 orang yang reaktif. Rabu jam 09.00 baru mereka di-swab kata orang Dinas Kesehatan. Kalau yang ASN tadi yang reaktif empat orang saja dari 30 orang yang datang," kata Sekwan Rahmad.

Informasi yang dikumpulkan 7 orang yang reaktif itu sebagian besar adalah ketua-ketua fraksi.

Sebanyak 34 anggota DPRD belum hadir dalam pemeriksaan rapid test ini.

Sementara ASN yang reaktif berstatus staf.

Beragam pendapat yang disampaikan dewan ketika ditanyai tentang kegiatan rapid test ini.

Meski ada yang mendukung namun ada juga yang memberikan respon yang berbeda.

Salah satunya adalah dr Soufi Rizal Husni. Politisi Demokrat ini berpendapat untuk saat ini banyak pihak yang dianggap lebih pantas untuk diperiksa rapid test.

"Bukan masalah dukung dan tidak mendukung tapi mana yang lebih prioritas. Garis belakang dalam penanganan Covid-19 adalah petugas kesehatan, terutama yang berhubungan dengan pemeriksaan klinis medis dan para medis di RSUD dan 34 Puskesmas baik rawat inap maupun yang rawat jalan," kata dr Soufi.

Anggota Komisi D ini berpendapat merekalah pahlawan kesehatan yang persentase tracking kontak dengan pasien baik ODP, PDP bahkan OTG sangat besar probabilitinya untuk terpapar.

Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista menyebut dewan dan ASN Sekretariat tidak langsung dilakukan pemeriksaan swab karena petugas mereka di waktu yang bersamaan juga sedang melakukan rapid test massal di wilayah Percutseituan.

Di sana dari 81 orang yang diperiksa ada 18 orang yang diketahui reaktif.

Sementara itu menanggapi apa yang disampaikan oleh dr Soufi ia pun menyebutkan kalau hal itu sudah dilakukan.

"Jadi pegawai kita di Puskesmas sebagian sudah dilakukan juga (rapid test). Karena sudah BLUD jadi mereka bisa melaksanakan rapid sendiri dengan mandiri, artinya memang tidak mengganggu stok yang kita miliki. Kalau untuk rumah sakit swasta ya bisa melakukannya sendiri," kata dr Ade.

(dra/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved