Pria yang Ngaku Wartawan Ini Kerap Meresahkan, PWI dan AJI Minta Masyarakat Melapor Pada Polisi

Ia mengatakan, dirinya bisa "menghilangkan" Kades Sei Bamban, Ahmady. Bahkan, sekelas Densus 88 pun tidak akan bisa menemukan dimana jasad Ahmady.

Tayang:
Penulis: Array A Argus |
Istimewa
Fery Kiteng 

"Laporan ini tentunya akan kami proses sesuai hukum yang berlaku. Kami pun akan memanggil para saksi," kata Fathir.

Disinggung lebih lanjut mengenai penerapan pasal terhadap Fery Kiteng, Fathir mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Hanya saja, pelapor merasa dirugikan karena nama baiknya dicemarkan.

"Penjeratan (pasal) nya masih penyelidikan. Setelah itu baru bisa disimpulkan melanggar pasal apa," terang Fathir. Guna kepentingan konfirmasi, Tribun Medan sempat berupaya menghubungi Fery Kiteng di nomor 082164609210, namun nomor tersebut tidak dapat dihubungi.

Foto sebelah kiri memperlihatkan postingan netizen yang merasa kesal dengan ulah Fery Kiteng. Sementara foto kanan adalah Fery Kiteng saat berfoto di depan mako Polsek Medan Barat
Foto sebelah kiri memperlihatkan postingan netizen yang merasa kesal dengan ulah Fery Kiteng. Sementara foto kanan adalah Fery Kiteng saat berfoto di depan mako Polsek Medan Barat (HO)

Informasi dari masyarakat, Fery Kiteng tidak hanya kerap mengaku-ngaku sebagai wartawan. Dia juga sering memposting informasi bernada provokatif di akun media sosial.

Selain itu, warga juga menyebut bahwa Fery Kiteng diduga kuat merupakan pecandu narkoba dan "rusa" petugas.

Dari penelusuran Tribun Medan, Fery Kiteng yang merupakan warga Pasar V Tanah Garapan, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deliserdang ini sering mondar-mandir di kawasan Pulo Brayan Bengkel, khususnya di Jalan Cemara, Gang Jambu.

Di sana, ia disebut warga kerap membeli dan memakai narkoba. Bahkan, Fery Kiteng kesehariannya sering menggunakan kemeja berlogo kepolisian untuk menakut-nakuti masyarakat. Fery Kiteng juga kerap disinyalir melakukan penipuan dengan modus mengurus perkara di kepolisian.

Belum lama ini, warga yang ada di Pulo Brayan Bengkel pernah menghubungi Tribun Medan. Mereka resah dengan Fery Kiteng karena kerap berlaku arogan, dan sering mengancam orang akan diberitakan jika kehendaknya tidak dipenuhi.

Selain itu, menurut keterangan warga di Pulo Brayan Bengkel pada Tribun Medan, terlapor kasus pencemaran nama baik ini juga kerap memenjarakan sejumlah pengguna dan pengedar yang memasok narkoba pada dirinya lantaran berselisih paham.

"Dia (Fery Kiteng) itu arogan kali. Dibilangnya gini sama kami, semua polisi bisa diaturnya," kata sumber Tribun Medan yang tinggal di Pulo Brayan Bengkel. Tidak hanya itu, Fery Kiteng juga kerap mengaku-ngaku dekat dengan pejabat kepolisian di Polda Sumut.

"Entah siapa-siapa aja nama yang disebutinya. Biar orang takur," kata sumber lagi.

Lantaran Fery Kiteng acapkali kerap mengaku-ngaku dekat dengan pejabat di Polda Sumut dan sering mengenakan kemeja dengan atribut kepolisian, Tribun Medan berupaya meminta komentar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, Tatan belum bersedia memberikan keterangan. Berkaitan dengan masalah ini, warga menduga-duga bahwa benar Fery Kiteng adalah "rusa petugas".

Sebab, tiap kali terjerat kasus yang berujung pidana pada masyarakat, terlapor ini tidak pernah diproses dan terkesan kebal hukum.

Untuk itu, warga juga berharap agar terlapor ini diperiksa urinye guna membuktikan bahwa benar dia adalah pecandu narkoba.

Dari amatan Tribun Medan, akun media sosial milik Fery Kiteng yang pernah ditunjukkan warga sudah terkunci.
Sejak terjerat berbagai kasus dugaan penipuan dan penghinaan, tak sedikit pengguna media sosial yang melontarkan sumpah serapah kepada dirinya. 

(ray/tribun-medan)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved