Breaking News

Pandemi Covid Belum Usai, Pertina Sumut Undur Selekda Atlet Menuju PON Papua

Covid-19 berdampak pada persiapan cabang olahraga tinju Sumut yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
KETUA Pengprov Pertina Sumut, Romein Manalu (kemeja merah-putih) bersama pelatih dan atlet saat persiapan Kejurnas Tinju Junior 2019 lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) kembali menunda sejumlah program kerja di tahun 2020 yang sebelumnya telah disusun.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Utara.

Ketua Pengprov Pertina Sumut, Romein Manalu mengatakan, Covid-19 berdampak pada persiapan cabang olahraga tinju Sumut yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Akibatnya Pertina Sumut harus mengundur Program Seleksi Daerah (Selekda) atlet yang akan dipersiapkan menuju PON Papua.

Selekda atlet PON ke-XX yang sebelumnya bakal dilaksanakan pada Juni 2020 tersebut terpaksa kembali ditunda hingga September atau sampai pandemi Covid19 benar-benar berakhir.

Apalagi Jadwal PON yang harusnya dilaksanakan pada tahun ini, telah resmi diundur pelaksanaannya hingga Oktober 2021.

Tampil di PON Papua, Cabor Tinju Sumut Target Medali Emas dari Dua Nomor Pertandingan

“Surat edaran sudah kami terima dari KONI Pusat bahwa PON diundur hingga Oktober 2021. Makanya kita memundurkan kalender program kerja kita, termasuk seleksi tim A dan Tim B yang awalnya bulan Juni diundur hingga September atau hingga situasi Covid 19 baik,” ujarnya, Kamis (11/6/2020).

Romein menjelaskan, program Selekda tetsebut sebenarnya dilaksanakan untuk mementukan atlet terbaik yang akan mewakili Sumut di PON mendatang.

Selekda tersebut kata Romein akan diikuti dua tim.

Tim A adalah para petinju Sumut yang sebelumnya berhasil memastikan tiket lolos ke PON melalui Porwil se-Sumatera di Bengkulu 2019 lalu .

Sedangkan tim B merupakan petinju yang dinilai masih potensial meski kalah bersaing pada saat selekda menuju Pra-PON. Pada selekda nanti, ada 6 kelas yang akan dipertandingkan, untuk mengisi 6 kuota by number yang dimiliki Sumut.

Bandingkan Manny Pacquiao dan Mike Tyson, Pelatih Tinju Dunia Ungkap The Pac Man Lebih Mematikan

“Tim A ada 6 orang petinju Sumut yang sebelumnya lolos ke PON dari Porwil Bengkulu. Tapi, karena di PON dikenal dengan istilah by class atau number dan bukan by name, maka di kelas yang sama kita beri kesempatan atlet Sumut yang meski gagal ke Pra PON namun punya peluang di seleksi akhir,” terangnya.

Lebih lanjut kata Romein, aturan tersebut sebelumnya sudah disepakati oleh atlet yang masuk tim A, sebelum berlaga di Porwil Bengkulu.

Dengan begitu, Romein berharap besar atlet yang terpilih nantinya benar – benar yang terbaik dari yang terbaik untuk mewakili Sumut di PON Papua.

“Di satu sisi ini mengurangi tugas kita menyuruh mereka latihan. Dengan mendengar ada seleksi, pasti mereka latihan karena program Pertina Sumut sudah ada sejak awal. Jadi atlet sudah tahu ada seleksi lagi. Makanya atlet yang juara di Bengkulu akan berusaha pertahankan prestasinya untuk bisa berlaga di PON,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved