TRIBUN-MEDAN-WIKI: Nasi Tue, Kuliner Tradisional Khas Sibolga dan Tapteng

Untuk bahan baku Nasi Tue terdiri dari beras ketan, durian, dan bahan baku tambahan seperti santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
HO
Nasi Tue, kuliner tradisional khas Sibolga dan Tapanuli Tengah, Kamis (11/6/2020). 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRI BUN-MEDAN-WIKI.com - Identitas setiap daerah di Indonesia, tak hanya dari segi slogan, bangunan bersejarah dan tempat wisata yang unik.

Kuliner tradisional khas daerah juga menjadi satu di antara yang mewakili identitas daerah tersebut.

Contohnya, Nasi Tue, yang merupakan kuliner tradisional khas Tapanuli Tengah dan Sibolga yang menjadi identitas daerah tersebut.

Orang Tapteng dan Sibolga dari zaman dahulu kala atau para leluhurnya menyebutnya Nasi Tue.

Belum ada yang menemukan arti sebutan tersebut.

Namun ketika mendengar Nasi Tue, orang-orang Sibolga dan Tapteng, bahkan yang ada di luar daerah tersebut, sudah familiar dengan sebutan itu.

Nasi Tue memang merupakan makanan tradisional khas Sibolga, dan wajib dicicipi ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Pada masa dahulu, Nasi Tue ini merupakan makanan yang disajikan saat acara resepsi pernikahan.

Mempelai perempuan yang menyiapkan Nasi Tue, kepada tamu-tamu pesta dan tetangga sebagai bentuk rasa syukur.

Tak hanya itu, Nasi Tue menjadi menu andalan berbuka puasa, saat bulan Ramadan dan hari-hari besar, serta syukuran saat peringatan kelahiran.

Di kalangan masyarakat pesisir Sibolga dan Tapteng makanan ini sudah menjadi budaya yang turun temurun diwariskan.

Sehingga, peran makanan ini sangat penting bagi adat istiadat masyarakat pesisir.

Biasanya, Nasi Tue merupakan sajian makanan penutup saat acara.

Makanan dengan rasa yang manis, di mana paduan dari ketan yang legit dan siraman kuah manis.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved