KABAR BAIK Kombinasi Obat Dasar Covid-19 Buatan Indonesia Ditemukan, Berikut Penjelasannya

Obat-obat tersebut juga telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman dikonsumsi.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
VIA GRID.ID
Kombinasi dasar obat virus Corona (Covid-19) buatan Indonesia. 

Artinya apa? Selama rentang waktu yang kosong itu, cari cara lain ini," pungkasnya.

 Amerika Serikat Targetkan Sudah Akan Memiliki 300 Juta Dosis Vaksin pada Akhir 2020

 Kegagalan Pemerintahan Jokowi Disebut Meliputi Keengganan Pemerintah untuk Memberikan Jaminan Sosial

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan virus Corona (Covid-19) tidak akan pernah punah atau hilang dan penduduk dunia harus belajar untuk berdamai dengannya.

"Virus ini kemungkinan hanya menjadi endemi dalam masyarakat kita, dan virus ini kemungkinan tidak akan pernah hilang," ujar Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

"Layaknya HIV belum juga hilang--tapi kita telah menerima dan berdamai dengan virus itu," ucap Ryan.

Virus Corona pertama kali muncul di Wuhan, China akhir tahun lalu dan hingga kini telah menjangkiti lebih dari 4.200.000 orang dan memakan korban jiwa hampir 300.000 orang di seluruh dunia.

"Kita memiliki virus baru memasuki populasi manusia untuk pertama kalinya dan oleh karena itu, sangat sulit untuk memprediksi kapan kita akan menaklukannya," kata Ryan.

Sejumlah negara mulai secara bertahap melonggarkan pembatasan lockdown yang diterapkan guna membatasi penyebaran Covid-19.

Namun WHO memperingatkan, virus Corona mungkin tidak akan pernah hilang seluruhnya.

WHO menegaskan, tidak ada cara untuk menjamin melonggarkan pembatasan tidak akan memicu gelombang kedua infeksi virus corona.

"Banyak negara yang ingin keluar dengan berbagai langkah," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Tapi rekomendasi kami masih sama yakni kewaspadaan di negara manapun harus berada pada tingkat tertinggi," lanjutnya.

 Potret Kebebasan Mbah Kung (Kakek Sugiono versi Indonesia) Bersama Wanita-wanita ABG sebelum Sakit

 Saksi Mata Bernama Itha Akhirnya Blak-blakan Mengungkap Hubungan Syahrini dengan Laurens

 POTRET Kemewahan Rumah Mamah Dedeh yang Berlapis Emas, Bandingkan dengan Kesederhanaan Rumah Aa Gym

 4 Fakta Hubungan Zuraida Hanum dan Jefri Pratama, Hingga Jawaban Zuraida soal yang Dijanjikannya

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam mengungkapkan pandemi corona memicu perkembangan riset di perguruan tinggi.

Perkembangan riset tersebut mencakup alat-alat kesehatan yang dibutuhkan untuk penanganan pandemi corona.

"Peralatan-peralatan kesehatan yang selama ini pemenuhannya melalui impor, ternyata bisa kita produksi sendiri," ujar Nizam.

Pelaksanaan riset yang sebelum masa pandemi dapat memerlukan waktu hingga bertahun-tahun, saat ini dapat dikembangkan dalam waktu pendek.

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved