PENYEBAB Ikan Arwana Mahal, Pernah Terjual Rp 4 Miliar, Jadi Mitos Simbol Keberuntungan (Hoki)

Kabar mengenai seorang warga yang kehilangan ikan arwana peliharaanny karen digoreng ayahnya jadi perbincangan di media sosial.

Editor: Salomo Tarigan
Istimewa Warta Kota
Petugas UPK Badan Air Jakarta Utara menemukan ikan arwana emas di Kali Item, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (4/2/2019). 

TRI BUN-MEDAN.com - 

Kabar mengenai seorang warga yang kehilangan ikan arwana peliharaannya karena digoreng ayahnya jadi perbincangan di media sosial.

Cerita Bayu, seorang warga Sukoharjo, Jawa Tengah, Ikan peliharaan dengan harga tinggi itu jadi santapan, karena sang ayah sudah malas mengurusnya.

Konsep New Normal Rampung, Gubernur Edy Rahmayadi: Sedang Dibahas oleh Bupati dan Wali Kota

Informasi itu berdasarkan unggahan akun Instagram @solokini pada Sabtu (13/6/2020) yang menampilkan foto ikan yang sudah disisiki, digoreng, hingga berada di atas piring siap untuk dilahap.

Mengutip pernyataan Bayu dari Tri bunnews, ikan tersebut ia beli 4 tahun lalu dengan harga Rp 800.000 dan estimasi harga saat ini bisa mencapai Rp 2 juta-an.

Di antara banyaknya jenis ikan hias atau ikan peliharaan akuarium, mengapa harga ikan yang berasal dari kawasan Asia Selatan ini begitu mahal?

GAJI Ke-13 PNS, Polri dan TNI, Kabar Kementerian Keuangan soal Pembahasan Gaji, Estimasi Besarannya

Ikan dewa dan ikan peliharaan termahal

Dikutip dari National Geographic, 17 Juli 2016, ikan arwana yang juga dijuluki sebagai ikan dewa atau ikan naga (dragon fish) lantaran cara berenangnya menyerupai naga yang tengah terbang dalam mitologi-mitologi yang dipercaya masyarakat.

Sementara melansir informasi dari Business Insider, 29 Desember 2018 harga mahal ini karena latar belakang dari ikan ini sendiri. Ikan ini memang diketahui sebagai jenis ikan peliharaan termahal yang ada.

Pertama, ikan ini termasuk ikan yang hampir punah dan langka, sehingga banyak orang yang mengidam-idamkan untuk memilikinya.

Awalnya, hingga pertengahan abad ke-20, ikan ini dikonsumsi oleh masyarakat lokal dan tidak ada di dalam akuarium pameran.

Namun, pada 1967 ikan ini menjadi produk yang banyak diperjualbelikan, semenjak seorang pemburu ikan hias singgah di Malaysia utara dan melihat arwana mati di sebuah pasar ikan.

 Ia menganggap ikan itu begitu menarik dan berkata ingin menjadikannya sebagai binatang peliharaan. Selanjutnya pada 1980, Arwana muncul di Taiwan hingga semua orang di seluruh Asia ingin untuk memeliharanya.

GAJI POLISI - Gaji Polri Golongan I Tamtama - Perwira Tinggi Jenderal, tak Boleh Bergaya Hidup Mewah

Simbol keberuntungan

Di Asia, ikan arwana dengan sisik berwarna merah dan emas merupakan simbol keberuntungan atau hoki dan kemakmuran bagi siapa pun yang memeliharanya.

Saat ini, banyak orang yang menyilangkan ikan arwana untuk mendapatkan spesies dengan kombinasi warna sisik yang baru.

Misalnya, jenis arwana yang disebut sebagai chilli red.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved