Breaking News:

Musnahkan Narkotika Senilai Rp 800 Juta Lebih, Kapolres Siantar Sebut Tak Ada Lagi Toleransi

Pemusnahan ini dilaksanakan segera agar menghindari penyalahgunaan barang sitaan oleh penyidik.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
TIM Biddokkes Polres Pematangsiantar menguji kandungan barang haram hasil tangkapan Sat Narkoba Polres Pematangsiantar, Selasa (30/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih menyampaikan tak ada tempat bagi bandar narkoba di Kota Pematangsiantar.

Hal ini dikatakannya saat memimpin pemusnahan barang bukti narkotika di halaman dalam Mapolres Pematangsiantar, Selasa (30/6/2020) siang.

Pemusnahan barang bukti sitaan Kejari Pematangsiantar ini dihadiri perwakilan Kejari dan Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa ganja 7 kg lebih, sabu-sabu 475 gram dan ekstasi 50 butir.

Kapolres menyampaikan pemusnahan ini dilaksanakan segera agar menghindari penyalahgunaan barang sitaan oleh penyidik dan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 74 tahun.

Kejari Karo Musnahkan Mesin Judi Tembak Ikan dan Barang Bukti Narkotika

"Diharapkan dengan memperlihatkan barang bukti narkoba ini, tidak ada bandar bandar lain yang mencoba-coba mengedarkan narkoba di Kota Pematangsiantar. Karena apa? Saya dan Polres Pematangsiantar tidak ada toleransi," ujarnya.

Kapolres menyampaikan, sesuai instruksi Kapolda Sumut, bahwa pemberantasan narkoba adalah hal yang pokok.

"Ini merusak golongan anak muda bahkan orangtua juga. Keluarga yang bersangkutan bisa rusak dan terganggu oleh perbuatan salah satu anggota keluarga yang menggunakan narkoba," terangnya.

Proses pemusnahan dilaksanakan dengan menguji keaslian dan kandungan pada setiap barang bukti narkoba oleh tim kesehatan Polres Pematangsiantar.

Selanjutnya dilakukan pemusnahan dengan memblender dan membakar narkoba.

Perlu diketahui, barang bukti narkotika berupa 7 kg lebih ganja merupakan milik komplotan tersangka Fernando alias Sibolmat dan PN (buronan) yang diamankan pada Selasa (23/6/2020) sore.

Dituntut 5 Tahun Penjara, Terdakwa Penyalahgunaan Narkoba: Barang Bukti Saya kan Cuma Kaca Pak

Dari komplotan ini, ihwalnya diamankan ganja sebanyak 300 gram di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba.

Namun saat dikembangkan sehari berselang, turut diamankan 7 bal lebih ganja di tempat yang lain, sehingga totalnya mencapai 7,4 kg.

Kemudian sabu seberat 500 gram dan ekstasi sebanyak 50 butir diamankan dari lima tersangka yang dibekuk pada Rabu (10/6/2020) lalu di tempat berbeda. Mereka adalah Andhaka (21), Wahyu (22), Leonardo (27) dan Andre Agassi dan, bandar bernama Ari (31) selaku pemilik narkotika senilai Rp 800 juta ini.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved