Kian Memanas, Kala China Bangun Bunker India Justru Borong Bom Pintar SPICE-2000 Israel
Terbaru militer India dikabarkan akan memborong bom pintar SPICE-2000 dari Israel, yang sebelumnya digunakan dalam serangan udara di Balakot, Pakistan
Memang pengguna bom pintar SPICE-2000 hanya dua di dunia, yakni Israel dan India.
Melansir indomiliter, sistem pemandu SPICE disebut-sebut menjadi salah satu yang terbaik di segmen bom pintar, dimana bom ini menggabungkan panduan dari satellite guidance dan electro-optical guidance.
Masuk dalam komponen electro-optical guidance adalah penggunaan CCD/infrared homing.
Penggabungan dua kombinasi pemandu menjadikan tingkat akurasi perkenaan pada sasaran cukup tinggi, yaitu dengan circular error probable 3 meter.
Rafael menciptakan tiga varian SPICE yang kesemuanya dirancang diluncurkan standoff, pertama SPICE-1000 dengan bobot 450 kg dan punya jangkauan sampai 100 km, kedua SPICE-2000 dengan bobot 900 kg dan punya jangkauan ke sasaran sejauh 60 km, dan yang terakhir SPICE-250 dengan bobot 113 kg dengan jangkauan 100 km.
Hulu ledak yang dibawa bisa bermacam-macam jenis, disesuaikan dengan kebutuhan pada sasaran.
Karena terbilang senjata yang canggih, hanya segelintir jet tempur yang dapat membawa bom pintar ini, sebut saja ada nama F-16, F-15, Panavia Tornado, Saab Gripen, dan Mirage-2000.
AU India kabarnya tengah mengembangkan solusi agar SPICE nantinya dapat dilepaskan dari Sukhoi Su-30MKI.
Selain itu, Angkatan Darat India juga memesan lebih banyak amunisi berpemandu presisi Excalibur untuk artileri berat M-777 Howitzer dari Amerika Serikat.
"Ada rencana untuk memesan lebih banyak amunisi Excalibur dari AS di bawah kekuatan keuangan Wakil Ketua," kata sumber-sumber pertahanan kepada India Today TV.
Rencananya adalah untuk meningkatkan Angkatan Darat yang mengerahkan howitzer M-777 ke sektor Ladakh Timur.
India pertama kali memesan amunisi Excalibur pada Mei-Juni 2019 setelah operasi Balakot.
Amunisi Excalibur memiliki jangkauan lebih dan akurasi yang lebih baik yang membuatnya mematikan dapat mengenai target pada 40-50 km tergantung pada senjata artileri yang digunakan.
Sedangkan Angkatan Udara India sudah menyiapkan skenario berperang dengan China yang mengerahkan sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 di wilayah Tibet.
“IAF berperang untuk skenario yang beroperasi di tengah sistem pertahanan udara Tiongkok yang meliputi S 400, S 300, LY 80 dan lainnya. Yang bisa saya katakan adalah bahwa ketinggian dan pegunungan bekerja untuk keuntungan kita, ” kata seorang sumber kepada ThePrint.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/india-jepang-bersatu-hadapi-china.jpg)