Breaking News:

Kurangi Limbah Organik, Pegiat Hidup Minim Sampah Berbagi Cara Mengompos dari Rumah

Penyebutan menjadi masalah yang fundamental di masyarakat. Penyebutan "sampah organik" menanamkan pola pikir bahwa entitas tersebut tidak bisa diolah.

Kurangi Limbah Organik, Pegiat Hidup Minim Sampah Berbagi Cara Mengompos dari Rumah
TRIBUN MEDAN/HO
DK Wardhani, seorang pegiat hidup minim sampah. Ia juga merupakan penulis buku Menuju Rumah Minim Sampah.

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Limbah organik merupakan limbah yang memiliki jumlah paling tinggi di Indonesia.

Dalam data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia diperkirakan menghasilkan 64 juta ton sampah setiap tahun.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah didominasi oleh sampah organik, yakni mencapai 60 persen dari total sampah.

Mengompos merupakan cara untuk mengurangi produksi limbah organik dari rumah.

Seorang pegiat gaya hidup minim sampah, DK Wardhani memberikan tips untuk memulai mengompos dari rumah. Tak hanya itu, ia juga memaparkan hasil survey yang dilakukannya mengenai perilaku mengola sampah pada masyarakat Indonesia.

"Saya akan memaparkan beberapa masalah yang terjadi mengenai limbah organik. Yang pertama adalah masalah penyebutan," ujarnya dalam webinar bertajuk Food Waste, Rabu (1/7/2020).

Wanita yang akrab disapa Dini ini mengatakan, masalah penyebutan menjadi masalah yang fundamental di masyarakat. Penyebutan "sampah organik" menanamkan pola pikir bahwa entitas tersebut tidak lagi bisa diolah.

"Untuk itu saya tidak lagi menyebutnya sebagai sampah. Melainkan sisa konsumsi organik. Nah kalau kita menyebutnya sebagai sisa konsumsi maka secara otomatis mindset yang tertanam adalah bagaimana untuk memanfaatkannya," ujarnya.

Tumbuhkan Kesadaran Terhadap Isu Lingkungan, Komunitas MMHC Buat Pasar dengan Konsep Minim Sampah,

Masalah selanjutnya, terang Dini adalah masalah pola konsumsi dan pembuangan. Di mana berdasarkan data yang dihimpun bahwa Indonesia merupakan lima penghasil food waste terbesar.

"Sebanyak 4.980 kg nasi yang dibuang di Indonesia setiap harinya," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved