Breaking News:

Pemkab Taput Sudah Tetapkan Protokol Acara Adat/Pesta, jika Dilanggar Akan Dibubarkan

Bupati Nikson menyampaikan Forkopimda Taput telah menetapkan sejumlah aturan terkait acara adat atau pesta di wilayah Taput.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Ist
Forkopimda Taput ketika menetapkan suatu Penerapan Protokol Acara Adat/Pesta di Era Menuju Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara. 

TRI BUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Memasuki tatanan kehidupan baru, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mengajak masyarakat bangkit dari belenggu Covid-19 sembari mengikuti protokol kesehatan, Jumat (3/7/2020).

Nikson menyampaikan Forkopimda Taput telah menetapkan sejumlah aturan terkait acara adat atau pesta di wilayah Taput.

Aturan itu tertuang dalam Protokol Acara Adat/Pesta di Era Menuju Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara.

"Kita telah memasuki tatanan kehidupan baru, untuk itu kita tidak boleh berhenti dan hanya cemas namun harus terus berjuang untuk mengatasi covid-19 ini dengan mengikuti protokol kesehatan. Kesenian juga hasil diskusi bersama stakeholder terutama tokoh adat dan tokoh masyarakat,” ujar Nikson.

Sehari sebelumnya, Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, bersama Kajari Taput Tatang Darmi, Wakapolres Mukmin Rambe sudah menyosialisasikan Pernyataan Bersama Forkopimda tentang Protokol Pelaksanaan Acara Adat Istiadat/Pesta di Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis, 2/7/2020) di Balai Data Kantor Bupati Taput, Tarutung.

Sosialisasi yang juga dihadiri pengurus LADN, MUI dan BKAG, dilaksanakan secara virtual dengan aplikasi Zoom Meeting Room yang diikuti seluruh camat, kepala desa dan lurah se-Tapanuli Utara.

Polisi Jadwalkan Pemanggilan Senin, Kasus ASN Medan Selingkuh dengan Pegawai Minimarket

Mulanya Marah-marah Usir Dirut Inalum Saat Rapat tapi Ujungnya Anggota DPR Muhammad Nasir Minta CSR

KECELAKAAN TRAGIS, Ranti Boru Tobing (18) Tewas Terlindas Truk di Jalan Yos Sudarso, Medan Labuhan

Mulai saat ini pelaksanaan pesta adat di Taput sudah diperbolehkan, namun harus tetap mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan.

Berikut beberapa aturan yang disepakati:

1. Acara pesta pranikah dan pernikahan harus membuat pemberitahuan kepada Gugus Tugas Kabupaten selambat-lambatnya 30 hari sebelum pelaksanaan pesta.

2. Pemberitahuan tersebut harus melampirkan daftar tamu dan undangan dari luar Kabupaten Tapanuli Utara yang akan menghadiri pesta.

3. Pihak gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan hand sanitizer.

4. Jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi.

5. Peserta harus mengatur jarak minimal 1 meter

6. Semua tamu wajib pakai masker.

7. Tamu yang datang dari luar Tapanuli Utara wajib menunjukkan surat keterangan uji rapid test yang masih berlaku, apabila tidak ada maka aparat/petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya.

“Aturan ini bukan semata-mata untuk kepentingan Pemerintah tapi untuk kepentingan kita semua, ini persoalan nyawa dan persoalan kehidupan kita," kata Wabup saat sosialisasi.

Acara pranikah dan pemberkatan pernikahan di gereja, disebut Sarlandy, harus selesai sebelum 10.30 dan tidak diperkenankan bersalaman.

Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut.

TANGIS Dokter Sugih Wibowo Rawat 190 Pasien Seorang Diri, Berlinang Air Matanya Rindu Keluarga

Usai Kepergok di Hotel, Pelakor Ini Malah Sengaja Bikin Video Mesum lalu Dikirim ke Istri Sah MY

Wakil Bupati juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 yang dibagi 2 yaitu ‘sarimatua dan saurmatua’.

Pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya.

“Pelaksanaan seluruh kegiatan adat harus dilaksanakan seringkas mungkin.

Saya harapkan para camat tetap melakukan sosialisasi Kesepakatan Bersama ini hingga ke desa, lakukan juga koordinasi termasuk dengan Gugus Tugas Kabupaten agar pelaksanaan tugas ini berjalan dengan baik.

Kita akan terus melakukan evaluasi secara bertahap agar kita bisa mengetahui perkembangan sesuai dengan pemberian ijin pelaksanaan pesta,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MUI Taput menjelaskan terkait acara akad nikah bagi umat muslim, pihak keluarga harus menyediakan APD protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Kemudian, peserta prosesi akad nikah dilakukan di KUA atau di rumah maksimal 10 orang.

Tamu pernikahan yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan masjid atau gedung pertemuan.

Bagi keluarga yang datang dari luar Kabupaten Tapanuli Utara wajib memberikan keterangan surat uji test rapid test.

“Proses pernikahan tidak lebih dari 1 jam, makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus, dan pemberian kado ditentukan di tempat tersendiri tanpa bersalaman atau kontak fisik,” ujar Ketua MUI Taput.

“Begitu juga jika ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi makan tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut," imbuhnya.

Angkot Tiba-tiba Terbakar di Tengah Jalan, Sopir dan Penumpang Berhamburan Keluar

INFO POLISI, Segini Besaran Gaji dan Tunjangan Personel Polisi Dari Jenderal hingga Tamtama

Sementara Ketua LADN Taput menjelaskan tata cara pelaksanaan acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah.

Ia menyebutkan, pemilik gedung wajib menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh atau thermogun dan petugasnya.

Begitu juga menyediakan hand sanitizer dan tempat kado pemberian yang sudah ditentukan, seperti itu juga mengadakan acara adat di dalam rumah.

Di acara pesta agar diatur jarak minimal 1 meter dengan tanda batas jarak yang sudah ditentukan baik menggunakan kursi maupun dengan menggunakan tikar.

Penyemprotan desinfektan wajib dilakukan di dalam dan di luar ruangan sebelum dan sesudah pelaksanaan pesta.

Acara adat pesta pernikahan maksimum 30% dari kapasitas tempat, begitu juga dengan makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus dan pemberian kado berbentuk lainnya atau tumpah sudah ditentukan wadahnya dan tanpa bersalaman atau kontak fisik.

Apabila ketentuan tersebut tidak dipatuhi maka tim keamanan gugus tugas penanganan covid berhak membubarkan acara.

“Polres Tapanuli Utara siap membantu dalam hal pengamanan seluruh kegiatan ini. Saya tegaskan juga agar Forkopimca di setiap kecamatan melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan masa pandemi covid-19," ujar Wakapolres.

(Jun-tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved