Cerita Nurul Happy, Gadis Aceh Bertemu dengan Ayahnya, Setelah 19 Tahun Diduga Tewas Akibat Tsunami

Sang gadis aceh yang bernama Nurul Happy Zandraa (19) dianggap ayahnya sudah tewas tersapu gelombang tsunami.

Harian Metro
Seorang gadis berusaha mencari ayahnya yang berada di Malaysia, sejak lahir ia belum bertemu dengan ayah kandungnya karena terpisah setelah tragedi Tsunami 2004 silam. 

Rahim memiliki 13 anak, termasuk satu anaknya tinggal bersama Suryati, ia berterima kasih kepada Lyana Aqilah karena telah membantunya menemukan keluarganya.

“Kami merencanakan akan segera bertemu setelah Covid-19 ini berakhir,” ucapnya sedih.

Menkes Terawan Agus Putranto Ubah Istilah PDP, ODP dan OTG

Sementara itu, Nurul Happy Zalindraa mengatakan, bertemu dengan ayahnya di media sosial seperti mimpi, setelah upaya keluarga mereka untuk melacak ayahnya di Malaysia tidak pernah berhasil.

“Ibu dan saya sudah lama mencari keberadaan abah, bahkan ada informasi abah sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

“Mau ke Malaysia kami tidak ada uang, nomor telepon keluarga di Malaysia juga tidak ada.

Tahun lalu, saya tergerak hati memberanikan diri mencari abah di media sosial karena juga kebetulan untuk urusan dokumen pernikahan saya yang akan berlangsung penghujung tahun ini.

Saya mencoba mengirim pesan langsung (DM) secara acak kepada siapa pun di Malaysia, tetapi tidak pernah berhasil sebelum pesan saya akhirnya dijawab oleh Nur Lyana Aqilah yang bersedia menawarkan untuk membantu saya,” terangnya.

Rasanya seperti mimpi pertama kali bisa mendengar dan melihat ayah melalui panggilan video, saya gugup tapi merasa benar-benar bahagia," katanya.

Nurul Happy saat mengaku sedang kuliah keperawatan di Lhokseumawe, Aceh.

Tuntut Separuh Harta Warisan, Anak Eka Tjipta Gugat 5 Kakak Tirinya di Pengadilan

Sedangkan Nur Lyana Aqilah awalnya merasa bantuan kecilnya tidak berdampak besar terhadap keluarga Rahim yang telah berpisah selama 16 tahun.

"Saya sangat bangga, bahkan saya tidak pernah berpikir saya akan dapat membantu keluarga ini ketika kita tidak saling mengenal.

Saya percaya semua ini sudah diatur Allah SWT yang menggerakkan hati saya untuk membalas DM Nurul Happy Zalindraa sebelum setuju membantunya.

Alhamdulillah, dalam waktu tiga jam saya mengunggah kabar, seseorang mengirimi saya pesan dan memberi saya nomor telepon Paman Rahim sebelum saya berani menghubungi dia," tutupnya.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Serambi Indonesia dengan judul : Kisah Nurul Happy Zandraa, Bercerita Pertemuan dengan Sang Ayah yang Terpisah Karena Tsunami

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved