Breaking News:

Gegara Covid-19, Lima Proyek Jalan dari DAK di Dairi Batal Tahun Ini

Gara-gara pandemi Covid-19, proyek pembangunan jalan di lima lokasi di Dairi batal terlaksana tahun ini

TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Sekretaris Dinas PUTR Dairi, Frianto P Naibaho saat ditemui Tribun Medan, Rabu (15/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kabupaten Dairi awalnya mendapat jatah Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari APBN tahun 2020 sekitar Rp 63,5 miliar.

Namun, gara-gara pandemi Covid-19, penyaluran DAK fisik itu ditunda. Imbasnya, proyek pembangunan jalan di lima lokasi di Dairi batal terlaksana tahun ini.

"Ada lima kegiatan peningkatan jalan yang seharusnya dilaksanakan tahun ini, tetapi batal gara-gara Covid-19," ungkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi, Frianto P Naibaho saat ditemui Tribun Medan, Rabu (15/7/2020).

Proyek-proyek batal dimaksud, lanjut Frianto, dari DAK Fisik reguler sekitar Rp33 miliar, yakni lanjutan pengaspalan (hotmix) jalan Sidikalang-Bunturaja (Kecamatan Siempat Nempu), kemudian jalan Parongil-Lae Panginuman (Kecamatan Silima Pungga-Pungga), lalu jalan Bunturaja-Pardamean (Kecamatan Siempat Nempu).

Sementara, dari DAK Fisik penugasan sekitar Rp12 miliar, yakni lanjutan pengaspalan (hotmix) Jalan Tugu Silahisabungan (Kecamatan Silahisabungan) dan kompleks Taman Wisata Iman (Kecamatan Sitinjo).

Selain proyek jalan, proyek lain yang batal, sambung Frianto, ialah pembangunan sarana air minum di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, di Kecamatan Siempat Nempu, dan Kecamatan Siempat Nempu Hilir.

"Nilainya sekitar Rp4 miliar," kata Frianto.

Kabar baiknya, baru-baru ini pemerintah pusat membuat kebijakan mengembalikan sebagian DAK Fisik. Frianto mengatakan, jumlah DAK Fisik yang dikembalikan untuk Kabupaten Dairi mencapai Rp11,9 miliar.

Sayangnya, DAK itu hanya untuk pembangunan bidang sanitasi, irigasi, dan perumahan/permukiman.

"Awalnya ada lima bidang, yaitu jalan, air minum, sanitasi, irigasi, serta perumahan dan permukiman. Jadi, untuk bidang jalan dan air minum tidak dikembalikan," ungkap Frianto lagi.

Frianto mengatakan, anggaran itu akan dialokasikan untuk pembangunan tangki septik komunal di desa-desa terpencil, saluran irigasi di Kecamatan Sumbul, dan program bedah rumah di Kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Lae Parira, dan Tanah Pinem.

Ia menambahkan, pihaknya kini tengah menyusun dokumen terkait kesanggupan menyerap DAK fisik tersebut.

"Cuma kegiatan Irigasi yang ditenderkan. Itu kami targetkan, paling lambat akhir Juli ini sudah mulai prosesnya. Sementara, kegiatan Sanitasi dan Perumahan/Permukiman, bentuknya swakelola," pungkas Frianto.

(cr16/tri bun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved