Update Aktivitas Sekolah di Sumut

Kata Pengamat Pendidikan Sumut soal Pembelajaran Daring Saat Pandemi

Aktivitas belajar mengajar sistem daring atau online di Kota Medan belum dilakukan secara merata.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
PENGAMAT Pendidikan Sumut, Ibrahim Gultom 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aktivitas belajar mengajar sistem daring atau online di Kota Medan belum dilakukan secara merata.

Masih saja beberapa sekolah yang tetap melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan alasan minimnya fasilitas teknologi berbasis android yang tidak merasa oleh siswa.

turut mendapat perhatian dari pengamat pendidikan, diantaranya Prof Ibrahim Gultom selaku akademisi di Universitas Negeri Medan.

Menurut Ibrahim, surat edaran pemerintah terkait ditiadakannya pembelajaran daring ini tentunya sudah dipertimbangkan secara matang.

Ia menilai, pembelajaran daring ini menjadi pilihan siswa untuk dapat belajar walau dilakukan tanpa adanya tatap muka.

"Kalau soal siswa yang masuk itukan menurut ketentuan dengan daerah zona merah tidak diperbolehkan, itu menyalahi aturan. Jadi kalau soal daring inikan sebuah alternatif dalm pembelajaran. Daring ini salah satu alat yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran agar pesan-pesan pembelajaran itu sampai kepada siswa," ungkap Ibrahim.

Mengenai pembelajaran secara daring, Ibrahim berpendapat bahwa seharusnya di era saat ini pembelajaran daring bukanlah suatu hal yang asing bagi siswa.

Ibrahim menuturkan bahwa tidak selamanya guru dapat menjadi sumber belajar. Ia menilai bahwa masyarakat khususnya di Sumatra Utara belum membudayakan pembelajaran daring yang terkesan sulit dimengerti.

"Hanya saja kita ini belum berbudaya dalam penggunaan pembelajaran secara daring, terutama anak SD dan SMP. Kebiasaan saat ini belum bisa ditingkatkan karena mereka menganggap sumber belajar itu guru dengan tatap muka.

Jadi kita ini memang ada kendala, kita belum familiar dengan alat teknologi IT. Di samping peralatan kita belum memadai, siswa belum punya laptop atau android. Hanya sebagian kecil siswa itupun hanya orangtuanya sehingga itulah yang menjadi kendala," ujarnya.

Pembelajaran secara daring sendiri sudah serentak dilakukan sebagian besar sekolah mulai Senin (13/7/2020) lalu.

Beberapa sekolah juga sudah memberikan sosialisasi gencar dengan melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring untuk sosialisasi pembelajaran yang akan mereka laksanakan kedepannya.

Namun, walau sudah gencar beberapa sekolah ataupun pemerintah melakukan sosialisasi daring, adanya kegiatan belajar mengajar tentu saja sangat disayangkan, mengingat pertumbuhan virus Covid-19 masih terus meningkat.

Hal ini turut ditanggapi Ibrahim terkait masih ada sekolah yang melanggar aturan.

Menurut Ibrahim, tidak familiar akan teknologi pembelajaran saat ini, banyak orangtua yang pada akhirnya mengeluh atau bahkan ngotot untuk memasukkan anaknya ke sekolah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved