Bobby Nasution Vs Akhyar Nasution, Djarot: PDIP Tak Akan Koalisi dengan PKS dan Demokrat
Teka teki mengenai rekomendasi PDIP untuk calon orang nomor wahid di Kota Medan, mulai terkuak.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
"Jadi sebenernya foto itu untuk memberikan dukungan kepada Akhyar untuk maju Pilkada Medan. Kita mendukung Akhyar menjadi calon Wali Kota Medan, bukan sebagai kader," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2020).
Herri mengatakan, Partai Demokrat menyerahkan keputusan mengenai pendamping kepada Akhyar.
"Jadi kita mendukung Akhyar menjadi calon Wali Kota Medan dan kami serahkan dukungannya dan kita serahkan kepada beliau untuk mencari pendampingnya," ucapnya.
Diakui Herri, dengan 4 kursi Partai Demokrat belum bisa mengusung pasangan calon sendiri. Harus berkoalisi dengan partai lain.
"Kita kan masih kurang, tinggal nyari 6 kursi lagi. Beliau (Akhyar) harus cari koalisi lain. kita serahkan sama beliau. Soal batas waktunya, kita berikan sampai dia dapat, itu kemudahan yang diberikan Demokrat," katanya.
Ia pun membantah kabar yang mengatakan Akhyar meninggalkan PDIP dan pindah ke Partai Demokrat.
Herri menjelaskan, alasan Partai Demokrat mendukung Akhyar karena elektabilitas Akhyar cukup tinggi dan bersih.
"Dia itu orangnya sederhana dan juga pekerja keras. Di samping itu, ya dia juga sampai saat ini masih bersih, elektabilitasnya juga cukup tinggi. Sehingga Demokrat melihat dia sebagai sosok yang tepat untuk menjadi Wali Kota Medan," pungkasnya.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-dewan-pimpinan-pusat-dpp-partai-demokrasi-indonesia-perjuangan-pdip.jpg)