Siswa Sumut Belajar Sistem Daring
Ada Siswa Terkendala Belajar Daring, SMP Negeri 10 Medan Berlakukan Sistem Luring
Pihak sekolah mendata siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti pembelajaran karena keterbatasan ekonomi.
T R I B U N-MEDAN.com -
Sepanjang melakukan sistem pemebelajaran daring di tahun ajaran baru, terdapat beberapa siswa SMP Negeri 10 Medan yang tidak memiliki akses ataupun kendala ekonomi untuk belajar daring.
Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Medan, Rajo Batubara menuturkan bahwa selama satu minggu pembelajaran jarak jauh secara online dilakukan, pihaknya mendata siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti pembelajaran karena keterbatasan ekonomi.
Berdasarkan data tersebut, sampai hari ini terdapat 15 orang siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran online.
Bagi siswa-siswi yang kurang mampu, diberlakukan sistem luring atau luar jaringan. Di mana setiap dua minggu sekali siswa mengambil bahan ajar dan tugas yang sudah dicetak di sekolah. Kemudian dikembalikan pada minggu selanjutnya.
"Sejauh ini, menuju hampir dua minggu pembelajaran ya, kita data ada kurang lebih sepuluh orang siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring. Itu caranya kita berikan mereka bahan ajar dan tugas yang bisa diambil langsung di sekolah," katanya, Selasa (21/7/2020).
Bahan ajar ini berbentuk cetak yang dikeluarkan oleh masing-masing guru bidang studi.
"Nanti di situ ada materi sekaligus juga ada tugas yang harus dikerjakan siswa," ujarnya.
"Tentu ini dilakukan khsusus untuk mereka yang kurang mampu dan terkendala untuk mengikuti pembelajaran online," tambahnya.
Selain itu, untuk emastikan siswa-siswi ikuti belajar online dengan benar, Rajo menuturkan Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Medan mengadakan sistem visit atau kunjungi siswa.
Setiap harinya, masing-masing guru mengunjungi siswa langsung ke rumah untuk memantau siswa mengikuti pelajaran daring secara tertib.
"Untuk memastikan siswa-siswi ini belajar daring dengan tertib di rumah kita lakukan sistem ini, karena sudah sepatutnya dipantau. Agar kita tahu juga bagaimana situasi mereka dalam melaksanakan pembelajaran daring ini," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa selama satu minggu pembelajaran jarak jauh secara online dilakukan, pihaknya juga mendata siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti pembelajaran karena keterbatasan ekonomi.
"Sejauh ini, menuju hampir dua minggu pembelajaran ya, kita data ada kurang lebih sepuluh orang siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring. Itu caranya kita berikan mereka bahan ajar dan tugas yang bisa diambil langsung di sekolah," katanya.
Saat ini, pembelajaran daring masih terus dilakukan di SMP Negeri 10 Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/smp-negeri-10-medan-di-jalan-jamin-ginting-padang-bulan-medan-di-masa-belajar-daring.jpg)