Jalani Sistem Belajar Online, Begini Komentar Siswa SMK Negeri 3 Medan

SMK Negeri 3 Medan juga memberlakukan sistem luar jaringan untuk siswa yang terkendala secara ekonomi mengikuti pembelajaran daring.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
SUASANA SMK Negeri 3 Medan Jalan STM Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sama dengan sekolah lainnya di masa pandemi, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Medan juga melakukan sistem pembelajaran online. Sistem ini dilakukan melalui whatsapp, Zoom meeting, ataupun  Google Classroom.

Tak hanya itu, SMK Negeri 3 Medan juga memberlakukan sistem luar jaringan untuk siswa yang terkendala secara ekonomi mengikuti pembelajaran daring.

Sejumlah siswa SMK Negeri 3 Medan memiliki pengalaman tersendiri mengenai pembelajaran daring yang dilakukan. Satu di antaranya adalah siswi kelas 3 bernama Putri. Ia mengaku pembelajaran daring sedikit membosankan jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka.

"Tetap lebih mengerti kalau dilakukan secara tatap muka ya. Karena lebih dapat rasa berkumpul dengan teman-teman dan mendengarkan penjelasan guru secara langsung," katanya saat ditemui Tri bun Medan pekan lalu.

SMPN 10 Medan Berlakukan Sistem Luring, Beri Solusi Untuk Siswa Terkendala Belajar Daring

Untuk pembelajaran di tahun ajaran baru yang berlangsung lebih dari satu minggu, Putri mengaku masih bisa mengikuti pelajaran. Meskipun waktunya cenderung lebih singkat.

"Kadang waktunya lebih singkat kalau belajar online. Dan lebih mengutamakan untuk belajar sendiri sih," tuturnya.

Terpisah, Dwi yang merupakan siswa kelas sebelas menuturkan bahwa pembelajaran online di tahun ajaran baru belum terlalu banyak tugas yang diberikan.

"Sejauh ini belum banyak tugas ya. Hanya baru ada dari satu mata pelajaran. Semoga ke depannya bisa lancar mengikuti pembelajaran nya walaupun secara online," katanya.

Kendala selama belajar daring, Dwi tak memungkiri dirinya sering kehabisan paket internet. Biaya untuk pembelian paket internet juga meningkat drastis.

Inovasi Pembelajaran Daring, SMK Negeri 3 Medan Lakukan Sistem WhatsApp Otomatis

"Kendala nya paling pembelian paket jadi lebih sering. Kalau dulu karena tidak begitu urgen kalau enggak ada paket selama satu bulan itu wajar. Tapi sekarang pas paket habis harus langsung diisi karena kalau enggak diisi enggak bisa ikuti pelajaran," ujar nya.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 3 Medan, Darwis mengatakan bahwa pihaknya tengah mendata siswa yang tidak mampu mengikuti sistem belajar daring.

Sampai hari ini, memasuki dua minggu tahun ajaran baru Darwis mengaku sudah menerima laporan langsung dari orang tua siswa yang kurang mampu.

40 Persen Siswa Tak Punya Android, SMK Dwi Warna Buat Sistem Pembelajaran Daring dan Luring

"Sejauh ini kita masih pantau siswa dalam belajar daring ini. Tadi pagi ada juga yang lapor ke saya orang tua siswa, bahwa anaknya tidak punya ponsel, untuk itu dia kita bantu, seperti menggunakan ponsel tetangga dan lainnya," katanya.

Darwis menuturkan sistem pembelajaran di SMK Negeri 3 Medan bersifat fleksibel. Hal ini memungkinkan guru untuk berinovasi dengan caranya masing-masing.

Untuk pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran baru ini, Darwis mengatakan bahwa terdapat sedikit nya tiga aplikasi yang digunakan oleh para guru untuk mengajar. Yakni dengan menggunakan whatsapp, google classroom ataupun melalui zoom meeting.

"Sejauh ini guru-guru tetap mengajar sesuai dengan yang dianggap dia lebih menguasai. Jika dia lebih nyaman dengan google classroom pakai itu, kalau hanya bisa dari whatsapp ya pakai whatsapp," ujar Darwis.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved