40 Persen Siswa Tak Punya Android, SMK Dwi Warna Buat Sistem Pembelajaran Daring dan Luring
Untuk pembelajaran daring SMK Dwiwarna Medan, sekolah menggunakan media Whatsapp dan Zoom.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Selama pembelajaran daring, hampir sebagian sekolah di Medan terkendala terhadap fasilitas ponsel berbasis android.
Bagi sekolah yang populer ataupun memiliki siswa yang ekonomi ke atas tidak terkendala, namun berbeda dengan sekolah yang memiliki mayoritas siswa dengan ekonomi menengah ke bawah.
Hal inilah yang diungkapkan Tengku Syafriani, Kepala SMK Dwiwarna Medan.
Sekolah yang terletak di Jalan Gedung Arca, No 52, Kecamatan Medan Kota, Medan ini menerapkan pembelajaran daring dan luring agar materi dapat dikuasai secara maksimal.
Tengku mengungkapkan, untuk pembelajaran daring SMK Dwiwarna Medan, sekolah menggunakan media Whatsapp dan Zoom.
"Beda-beda ada yang dari melalui WA dan Zoom. Kalau dari TKJ ini menggunakan Zoom. Kita sudah mulai saat sudah mulai diizinkan tatap muka," ungkap Tengku kepada Tribun Medan, Kamis (23/7/2020).
• Inovasi Pembelajaran Daring, SMK Negeri 3 Medan Lakukan Sistem WhatsApp Otomatis
Tengku menjelaskan alasan sekolah menggunakan dua metode lantaran hanya 60 persen siswa yang memiliki ponsel berbasis android.
Ia juga mengungkapkan banyaknya kendala yang dirasakan saat pembelajaran secara daring.
"Pastinya banyak kendala karena tidak semua siswa memiliki handphone Android. Pastinya banyak kendala. Kalau ujian buat daring pun susah, kasihan kan siswa yang tidak punya handphone. Jadi ujian kita buat penugasan. Kalau belajar kita buat tetap daring," ujarnya.
Tengku menuturkan bahwa sejauh ini bagi siswa yang tidak memiliki android, diperkenankan untuk bertanya kepada teman yang memiliki ponsel android.
"Ketika siswa tidak memiliki android mereka tanya-tanya sama temannya. Kan mungkin sekolah belikan android. Jadi kita sering bilang bagi yang punya andorid tolong informasinya sampaikan ke teman yang tidak punya android. Setelah disampaikan kawannya juga kumpul," ucap Tengku.
• SMPN 10 Medan Berlakukan Sistem Luring, Beri Solusi Untuk Siswa Terkendala Belajar Daring
Dalam pembelajaran luring ini, siswa memiliki jadwal sesuai dengan kepentingan pembelajaran dan dipergunakan shift. Tengku juga menegaskan protokol kesehatan tetap mereka perhatikan.
"Kita ada buat luring juga untuk pembelajaran, jadi sekali-sekali kita panggil siswa. Ini dalam bentuk pemberian tugas, pengarahan dan pembelajaran. Belum tentu semua punya handphone ya.
Untuk protokol kesehatan ini kita sarankan dari rumah bawa makan dan minum sendiri, kemudian di depan kita ukur suhu dan cuci tangan dan pastinya menggunakan masker," jelasnya.
Selama belajar di tengah pandemi, jadwal jam pelajaran juga memiliki perubahan. Tengku menuturkan bahwa perubahan ini dibuat dengan kesepakatan guru dan murid.
• Siswa Terkendala Belajar Daring, MAN 2 Medan Berlakukan Sistem Luring Bagi Siswa Terkendala Ekonomi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/smk-dwi-warna-1.jpg)