40 Persen Siswa Tak Punya Android, SMK Dwi Warna Buat Sistem Pembelajaran Daring dan Luring
Untuk pembelajaran daring SMK Dwiwarna Medan, sekolah menggunakan media Whatsapp dan Zoom.
Tayang:
Editor:
Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI siswa SMK Dwiwarna Medan ketika selesai mengikuti pengarahan pembelajaran daring, Kamis (23/7/2020).
"Kita ada perubahan jam pelajaran. Misalnya seharusnya jam 10, tapi bisa aja gurunya ada kendala bisa dijadwalkan jam 2 siang, tapi di informasikan terlebih dahulu," tutur Tengku.
Kedepannya, Tengku juga berharap agar pembelajaran secara daring segera berakhir seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19.
"Harapan kita daring nya dihentikan ya. Luring lah karena anak ini butuh pembinaan. Kalau daring ini okelah di depan laptop tapi di samping laptop apa. Kalau luring kan benar-benar diperhatikan. Kalau daring kan komunikasi terkendala, kalau luring kan lancar. Sosialisasi dengan teman-temannya nyata, kita berharap Covid ini segera berakhir," pungkas Tengku.(cr13/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/smk-dwi-warna-1.jpg)