Breaking News:

Dugaan Korupsi Mesin Penghancur Sampah Senilai 1,5 M, Plt Kadis Kebersihan Tanjungbalai Disidang

Sidang yang beragendakan keterangan saksi ini menghadirkan saksi Atik selaku Bendahara Dinas Kebersihan, dan Unit Layanan Pengadaan (ULP).

TRIBUN MEDAN/ALIF
KEDUA terdakwa mendengarkan keterangan saksi di ruang Cakra II Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungbalai, Harmeini (61)  disidangkan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana mesin penghancur sampah, di ruang Sakra II Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (27/7/2020).

Dirinya disidang bersama-sama dengan Asshawin Batubara selaku Direktur II CV Noprizal Azari yang berkapasitas sebagai penyedia barang.

Sidang yang beragendakan keterangan saksi ini menghadirkan saksi Atik selaku Bendahara Dinas Kebersihan, dan Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Dalam keterangannya, Atik menjelaskan dirinya pernah dimintai keterangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Iya, Pak, bahkan saya kemarin diperiksa di Jakarta," ujarnya.

Dikatakannya, ia diperiksa bersama-sama dengan PPTK dan beberapa pejabat lainnya.

Selanjutnya oleh Hakim Martua Sagala mengkonfrontir Bendahara soal kapasitasnya dalam proyek tersebut.

"Kamu tahu anggaran itu?" tanya hakim kepada Atik.

"Tahu pak," jawabnya.

"Kamu tahu lampiran proyek tersebut masuk?" tanya hakim kembali, dan langsung dijawabnya mengetahuinya.

Firli Bahuri Sebut Korupsi Juga Kejahatan Kemanusiaan, Ini Penjelasan Lengkapnya

Halaman
1234
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved