Breaking News:

Kisah Perjuangan Seorang Wanita dan Anaknya Kabur dari Korut, Susah Payah Sampai Inggris

Dari China, Park berusaha pergi ke Mongolia dengan memanjat pagar perbatasan bersama putranya yang masih berusia 6 tahun kala itu.

Facebook Jihyun Park via The Sun Online
Jihyun Park. 

TRIBUN-MEDAN.com - Jihyun Park, bersama putranya pada 2005 silam selamat dalam pelarian mereka dari Korea Utara ke China di mana dia dijual melalui sistem perdagangan manusia.

Dari China, Park berusaha pergi ke Mongolia dengan memanjat pagar perbatasan bersama putranya yang masih berusia 6 tahun kala itu.

Dia berusaha agar tidak ditangkap polisi. Jika sampai ditangkap, dia akan dideportasi ke Korea Utara dan sekali lagi dikurung di kamp kerja paksa DPRK Korut.

Kepada The Sun, Jihyun Park menceritakan pengalaman pahit hidupnya. 

" Kim Jong Un adalah seorang pembunuh dan dia telah membunuh banyak orang," ujar Jihyun Park. "Dia telah membunuh 25 juta orang di Korea Utara, kita harus ingat itu."

Mati kelaparan

Sebelum melarikan diri, Park menyaksikan ribuan orang kelaparan termasuk anggota keluarganya sendiri selama Kelaparan Hebat sekitar tahun 1990-an.

Park dibesarkan di kota Chongjin, bagian Utara Provinsi Hamgyung, Korea Utara.

Di sana, dia bekerja sebagai guru sekolah. Karena ibunya seorang pebisnis dan ayahnya seorang anggota dari Partai Buruh Korea Utara, dia hidup dalam perekonomian yang relatif stabil sebelum kelaparan dimulai.

Di dalam rumahnya, terdapat foto sosok pendiri negara itu, Kim Il Sung, sebagaimana dimiliki oleh kebanyakan orang lainnya.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved