Breaking News:

JNE Hadirkan Program Gratis Ongkir untuk Pengiriman ke Negara Timur Tengah

Latar belakang dibuatnya promo free ongkir ke timur tengah ini adalah perayaan Idul Adha dan juga bentuk kepedulian JNE di tengah pandemi Covid-19.

TRI BUN MEDAN/Natalin sinaga
Karyawan JNE menggunakan masker melayani konsumen untuk mengirim barang di Kantor JNE Jalan Brigjen Katamso, Medan 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dalam memeriahkan momen Hari Raya Idul Adha, JNE menawarkan promo gratis ongkir (ongkos kirim) untuk pengiriman ke negara timur tengah. Promo ini berlaku mulai tanggal 31 Juli hingga 14 Agustus 2020.

Kepala Cabang JNE Medan Fikri Al-Haq Fachryana mengatakan latar belakang dibuatnya promo free ongkir ke timur tengah ini adalah perayaan Idul Adha dan juga bentuk kepedulian JNE di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung kepada pelanggan.

"Kita ingin memudahkan pelanggan yang ingin berkirim dokumen atau paket di saat Idul Adha, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dan juga sebagai kepedulian dan engangement JNE kepada pelanggan," ujar Fikri, Sabtu (1/8/2020).

Dijelaskannya, promo ini berlaku untuk kategori kiriman dokumen dan parcel, batasan promo dengan berat dua kg. Promo free ongkir ini untuk service internasional destinasi negara timur tengah.

Adapun tujuan pengiriman negara timur tengah diantaranya Arab Saudi, Mesir, Yordania, Bahrain, Qatar, Irak, Iran, Siprus, Suriah, Israel, Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon, dan Yaman. Promo ini berlaku di semua cabang seluruh Indonesia (kantor perwakilan atau agen).

Webinar AMA dan JNE, Kuatkan Human Capital Management dan Corporate Culture di Perusahaan

Selain itu, masih dalam menyambut Hari Raya Idul Adha JNE mengadakan program penukaran poin untuk member JLC dengan hadiah berupa hewan qurban.

Mekanisme penukaran poinnya yaitu penukaran poin dengan hewan qurban hanya dapat dilakukan melalui website jlc.jne.co.id.

Periode penukaran poin diadakan dari tanggal 23 Juli hingga 26 Juli lalu. Nilai penukaran poin dengan hewan qurban adalah 10 ribu poin untuk satu ekor kambing. Setiap member hanya dapat menukarkan poin dengan hewan qurban sebanyak satu kali.

Saat disinggung tentang pengiriman barang, kata
Fikri, pada kuartal pertama tahun 2020 ini menurun dibandingkan akhir 2019 sebesar 20 persen akibat pandemi Corona. Faktor terbesar yang terdampak pandemi Corona adalah pasar e-commerce dan online seller. Akibat daya beli masyarakat menurun (shifting buying) dan terbatasnya ketersediaan barang akibat pembatasan transportasi domestik dan internasional.

"Kiriman fashion saat itu menurun, namun kiriman makanan dan APD (Alat Pelindung Diri) serta alat kesehatan meningkat drastis. Kiriman jenis alat rumah tangga, barang barang hiburan juga meningkat, karena masyarakat melakukan WFH (work from home)," ujarnya.

JNE Medan Gratiskan Ongkos Kirim Bagi Lembaga Zakat dan Pengiriman APD

Ia menjelaskan, di kuartal kedua, pengiriman mulai meningkat bersamaan dengan adanya momen Ramadhan dan Idul Fitri. Komoditi yang meningkat di kuartal kedua ini adalah makanan dan bahan bahan herbal. Makanan dipengaruhi faktor terbatasnya pergerakan manusia, terlebih tidak dapat pulang kampung, sehingga pengiriman makanan personal meningkat khususnya makanan tahan lama seperti ikan asin dan rendang. Bahan herbal dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh, herbal yang meningkat pengirimannya adalah jahe merah, ramuan karo, dan sebagainya.

"Masuk ke kuartal ketiga, ada jenis kiriman yang meningkat drastis adalah sepeda (baik unit maupun asesorisnya). Selain adanya shifting komoditi, selama 2020 terjadi shifting pengiriman dari pengiriman tujuan domestik ke pengiriman intra wilayah Sumatera Utara (Sumut)," katanya.

Hal ini diakibatkan karena keterbatasan gerak dan transportasi antar wilayah Sumut, serta terbukanya pasar baru jual beli dengan potensi pasar Sumut dengan penduduk 14 jutaan.

TERKINI PELAYANAN JNE, Antisipasi Penyebaran Virus Corona hingga Penyemprotan Desinfektan

"Prediksi di era new normal tren pengiriman akan relatif sama, karena kebiasaan kebiasaan selama pandemi Covid-19 akan tetap terbawa saat new normal," ujar Fikri.

Diakuinya, saat ini tarif pengiriman masih tetap dan tidak mengalami kenaikan. Ia berharap kedepannya dengan adanya keterbukaan akses pengiriman dari Sumatera ke luar negeri produk-produk hasil UMKM dan industri Sumut bisa go Internasional. "Para UMKM dan produsen harus secepatnya dengan dorongan pemerintah membuat produk siap go internasional terkait kualitas dan standarisasinya," ucapnya. (nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved