Pengusaha Hotel Sambut Baik Kebijakan PNS Bisa Kembali Melakukan Perjalanan Dinas

Pelaku usaha perhotelan menyambut baik kebijakan yang memperbolehkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk kembali melakukan perjalanan dinas.

Tribun Medan
Santika Premiere Dyandra Hotel Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaku usaha perhotelan menyambut baik kebijakan yang memperbolehkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk kembali melakukan perjalanan dinas.

Hal ini diperkirakan akan memicu peningkatan pada okupansi hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana mengatakan izin ini bukan hanya akan berpengaruh pada okupansi hotel saja namun juga bisa membawa dampak positif bagi usaha-usaha yang berkaitan dengan perhotelan.

Menurutnya adanya kebijakan yang memperbolehkan PNS untuk melakukan perjalanan dinas akan semakin berpengaruh dengan dunia perhotelan apabila diiringi dengan penyelenggaraan MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition.

"Dengan adanya izin perjalanan dinas bagi PNS ini bisa meningkatkan okupansi, apalagi kalau dibarengi dengan meeting yang menginap. Selain itu turunan dari operasional hotel itu lebih dari 200 sektor seperti supplier dan lain-lain. Dengan meningkatnya okupansi otomatis perekonomian berjalan kembali," katanya kepada Tribun Medan, Minggu (2/8/2020).

"Karyawan terbayarkan gajinya, dan otomatis karyawan berbelanja untuk kehidupan sehari-harinya. Hal ini akan membuat perekonomian bisa berjalan. Dampak lainnya pajak hotel otomatis kembali lagi," lanjut Denny.

Ia mengatakan jika MICE kembali dijalankan dampaknya akan lebih besar.

Ia optimistis okupansi bisa meningkat lebih dari 40 persen jika MICE kembali dilakukan.

"Menurut pandangan saya, kalau MICE dijalankan kembali, saya yakin okupansi bisa di atas 40 persen. Tentu ini semua harus diselenggarakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat," jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah merupakan salah satu market untuk tamu hotel. Namun penyelenggaraan MICE yang lebih peluang besar pasarnya.

"PNS kan perjalanan dinas tidak rombongan, paling satu sampai dua kamar. Kecuali dibarengi dengan meeting yang menginap ya," tuturnya.

Dikatakan Denny, selama ini di Kota Medan khususnya, sebagian besar okupansi didorong oleh kegiatan MICE. Sisanya oleh turis dan orang yang melakukan perjalanan bisnis. "Makanya harapannya memang MICE ini bisa berjalan seiring dengan adanya kebijakan perjalanan dinas PNS ini juga," pungkasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Public Relation Executive Cambridge Hotel Medan Tinera Siburian. Ia mengatakan pemerintah merupakan salah satu market besar untuk perhotelan. Dengan berlakunya kebijakan yang mengijinkan PNS melakukan perjalanan dinas, menurutnya hal ini akan berpengaruh untuk peningkatan okupansi hotel.

"Tamu dari pemerintah itu termasuk salah satu market yang besar untuk hotel. Pengaruhnya bisa sampai 20 hingga 30 persen. Untuk itu penyelenggaraan MICE juga kita sekarang untuk set up meeting juga berjarak. Jadi misalnya kalau dulu kapasitas ruangan mencapai 200 orang, kalau sekarang kami hanya bisa untuk 100an orang,” katanya." katanya.

Pada kesempatan berbeda, Public Relation Manager Hotel Santika Medan, Herry Wahyudi. Menurutnya kebijakan yang memperbolehkan PNS untuk kembali melakukan perjalanan dinas merupakan angin segar bagi pelaku usaha perhotelan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved