Taiwan Diprediksi Bisa Menang Lawan China Jika Berperang, Kok Bisa?
Rudal bisa dibuat dengan harga relatif murah, dibandingkan China yang invasinya akan memakan biaya sangat tinggi.
Rudal mereka juga semakin banyak, beberapa di antaranya hipersonik yang ditempatkan di seberang Selat Taiwan, dan lebih dari 60 kapal selam termasuk kapal bertenaga nuklir.
Sementara itu sekitar 300 jet tempur Taiwan semuanya sudah beroperasi sejak 1990-an. Angkatan lautnya di atas kertas juga kalah telak dari China. Sebanyak dua dari empat kapal selam Taiwan sudah tua, dibuat pada 1940-an.
3. Lalu di mana kekuatan Taiwan?
AFP memberitakan, kekuatan militer bukan jaminan kemenangan perang, seperti pemberontak yang berhasil membungkam pasukan NATO pimpinan AS di Afghanistan selama 20 tahun.
Jika perang lawan China, Taiwan tidak perlu mengimbanginya secara dana. Dengan banyaknya negara Barat yang semakin enggan menjual barang-barang militer secara besar-besaran ke Taiwan agar tidak memicu kemarahan Beijing, mereka bisa mengembangkan sendiri industri senjata dalam negeri yang dinamis dan inovatif.
Rudal bisa dibuat dengan harga relatif murah, dibandingkan China yang invasinya akan memakan biaya sangat tinggi.
4. Apa yang dikatakan China?
Beijing terus mengklaim wilayah Taiwan, dan berjanji suatu saat nanti akan merebutnya, dengan paksa jika perlu.
Di bawah komando Presiden Xi Jinping, hasrat itu kian menggebu, terutama sejak Tsai Ing-wen terpilih jadi Presiden Taiwan pada 2016, yang menolak sistem "Satu China" dan memandang Taiwan sebagai negara berdaulat secara de facto.
Tahun lalu Xi berpidato dengan nada yang sangat agresif, memperingatkan bahwa reunifikasi Taiwan dengan China daratan "tidak bisa dihindari". Latihan militer digencarkan. Jet tempur China kerap terbang ke zona pertahanan Taiwan.
Para nasionalis garis keras menyebut Xi tertekan, karena Partai Komunis China tertampar atas kemerdekaan Taiwan.
Meski kampanyenya penuh tekanan, Tsai Ing-wen menang pemilu lagi dengan telah awal tahun ini, untuk mengemban periode kedua masa jabatannya.
5. Apa peran AS?
AS terikat dengan Kongres untuk mempersenjatai Taiwan guna mempertahankan diri. "Negeri Paman Sam" mengakui Beijing sebagai pusat pemerintahan China, tetapi tidak secara pasti mengakui status Taiwan, dengan mengatakan setiap perubahan harus dicapai dengan damai.
Sejak pertengahan 1990-an untuk mendekati China, AS berhati-hati menjual persenjataan besar ke Taiwan, yang membuat Taipei frustrasi. Namun kondisi itu berubah kala AS dipimpin Presiden Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/taiwan-gelar-latihan-perang-han-kuang2.jpg)