Inilah Perintah Xi Jinping ke Militernya saat Melihat Kapal Amerika Serikat di Laut China Selatan

Meski demikian, Beijing tidak ingin memberi kesempatan kepada Amerika untuk meningkatkan situasi lebih jauh.

Tayang:
DOK/KOLASE
Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping 

TRI BUN-MEDAN.com - Meski situasi di Laut China Selatan masih memanas, namun konflik bersenjata di wilayah itu masih bisa dihindari.

Seorang sumber South China Morning Post mengatakan, Pemerintah China memerintahkan kepada pasukannya untuk tidak menembakkan tembakan pertama.

Alasannya, Beijing berupaya mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat di Laut China Selatan.

Seperti yang diketahui, kedua belah pihak telah meningkatkan operasi militer mereka di perairan yang disengketakan, sehingga kian meningkatkan risiko insiden yang tidak terkendali.

BREAKING NEWS: Bertambah Kasus Baru Corona di Sumut, Medan Terbanyak Sumbang 123 Kasus

Meski demikian, Beijing tidak ingin memberi kesempatan kepada Amerika untuk meningkatkan situasi lebih jauh.

Sumber-sumber tersebut mengatakan Beijing telah memerintahkan pilot dan perwira angkatan laut untuk menahan diri dalam pertikaian yang semakin sering terjadi dengan pesawat dan kapal perang AS.

Sementara itu, rincian lebih lanjut telah muncul terkait percakapan telepon antara menteri pertahanan kedua negara pekan lalu.

Seruan itu pertama kali disarankan oleh pihak AS sekitar sebulan sebelumnya.

Dikatain Goblok Oleh Maia Estianty, Tata Janeeta Tak Terima, Kena Batunya Dibalas Mantan Mahadewi

Namun, pada awalnya mendapat sambutan yang sangat dingin dari Beijing.

Seorang sumber mengatakan bahwa kepemimpinan China kemudian berubah pikiran dan memutuskan untuk menjangkau kembali pihak AS ketika ketegangan meningkat di Laut China Selatan dan Timur.

Masih mengutip South China Morning Post, pada bulan lalu, AS mengerahkan dua kelompok tempur kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, untuk latihan di dekat perairan China dan juga telah melakukan misi pengintaian udara malam hari yang langka di dekat provinsi Guangdong dan Fujian dalam beberapa pekan terakhir.

Hubungannya Tak Direstui, Pasangan Remaja Ini Nekat Bersetubuh, Kini Si Pria Berakhir di Penjara

Mengimbangi AS, China juga telah melakukan latihan angkatan laut dan misi flyover di sekitar Taiwan dan Laut China Selatan.

Salah satu sumber yang dekat dengan militer juga mengatakan Beijing telah berkomunikasi melalui "berbagai saluran" kepada AS bahwa mereka telah mengatakan kepada militernya "jangan pernah menembak dulu" sebagai isyarat niat baik untuk menjaga situasi agar tetap terkendali.

“Mudah memberi perintah untuk menembak, tetapi baik China maupun AS tidak dapat mengontrol konsekuensinya. Situasi saat ini sangat tegang dan sangat berbahaya,” kata sumber tersebut.

Dia mengatakan, PLA adalah kekuatan militer yang berbeda dari tahun 2001, yang merujuk pada insiden Hainan ketika sebuah pesawat intelijen AS bertabrakan dengan jet tempur PLA.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved