Tanggapi Aksi Mahasiswa soal Keringanan UKT, Rektor USU Akan Terima Audiensi Besok Siang
Wakil Rektor V Bidang Pengelolaan Aset dan Usaha Luhut Sihombing mewakili Rektor USU menyampaikan bahwa Rektor bersedia melakukan audiensi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut kembali berlangsung, Selasa (18/8/2020).
Aksi ini menuntut adanya keringanan UKT secara merata kepada mahasiswa dan meminta Rektor untuk bersedia melakukan audiensi dengan pihak mahasiswa.
Aksi ini juga sudah merupakan yang kedua kalinya usai aksi yang pertama dilakukan pada 13 Agustus 2020 lalu dan tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Rektor USU Runtung Sitepu.
Usai istirahat selama 30 menit, aksi kembali dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan melakukan orasi dan pembacaan sajak oleh peserta aksi.
Tak lama aksi berlangsung, Wakil Rektor V Bidang Pengelolaan Aset dan Usaha Luhut Sihombing mewakili Rektor USU menyampaikan bahwa Rektor bersedia melakukan audiensi usai Rapat Senat akademik yang akan dilakukan besok, Rabu (19/8/2020).
"Saya mewakili Rektor memberitahukan kepada kalian bahwa Rektor bersedia menerima kalian di sini untuk melakukan audiensi, besok pukul 13.30 siang," ujar Luhut diiringi sorak mahasiswa.
Tak langsung menerima, massa aksi masih menuntut agar Rektor langsung yang menyatakan keterangan di hadapan mahasiswa.
Dialog dan perdebatan antara Luhut dan mahasiswa peserta aksi berlangsung kurang lebih 15 menit. Hingga diambil kesepakatan untuk melakukan audiensi usai jam makan siang esok hari.
"Kami sebenarnya berat menerima, ini sudah aksi yang kedua, banyak dari kami yang bela-belain datang dari kampung untuk ikut aksi ini. Tapi malah ditunda lagi audiensinya," kata Annisa perwakilan dari massa aksi.
Usai kesepakatan dibuat, para mahasiswa menyepakati untuk mendatangkan aksi lebih banyak esok hari. Mereka bernyanyi bersama di depan gedung Pusat Administrasi USU.
Ketika ditemui usai menghampiri mahasiswa, Wakil Rektor V USU Luhut Sihombing mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa melalui aksi yang dilakukan.
"Kita menyambut baik tentunya, namanya juga menyuarakan pendapat kan. Kita terima saja yang penting jangan anarkis dan memaksakan kehendak," ujar Luhut saat diwawancarai awak media, Selasa (18/8/2020).
Mengenai surat yang sudah dilayangkan ke pihak Rektorat, Luhut menerangkan karena kondisi yang sedang lockdown, berpengaruh terhadap administrasi dan belum bisa dipastikan sudah dibaca atau belum.
"Ya namanya juga di masa lockdown ini sedikit sulit untuk memastikan posisi surat itu di mana. Kita enggak tahu dia ke mana, bisa jadi belum sampai ke kita," katanya.
Ia menuturkan bahwa besok siang akan dilaksanakan audiensi untuk mengetahui dengan detil tuntutan oleh mahasiswa yang melakukan aksi hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiswa-usu-demo-1.jpg)