TRIBUN-MEDAN-WIKI: Manuk Napinadar, Kuliner Khas Tapanuli

Manuk Napinadar, nama kuliner yang sudah tak asing lagi di telinga orang suku Batak dan Indonesia.

Editor: Juang Naibaho
HO
Manuk Napinadar, kuliner khas Batak 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Manuk Napinadar, nama kuliner yang sudah tak asing lagi di telinga orang suku Batak dan Indonesia.

Kuliner yang sering juga disebut Ayam Napinadar, adalah masakan khas orang Tapanuli atau adat batak, yang biasanya dihidangkan pada pesta adat tertentu, Selasa (25/8/2020).

Menurut seorang warga Tapanuli Utara, Enderson, makanan satu ini memiliki rasa pedas nyelekit di lidah karena penggunaan andaliman.

Satu lagi ciri khas napinadar yaitu campuran dari protein yang digunakan seperti darah ayam.

Oleh karena itu ada sebagaian wisatawan, seperti wisatawan muslim terkadang tak dapat menikmati napidar.

Namun, warga Tapanuli lainnya, Arjuna, menagatakan tak semua Manuk Napinadar dimasak menggunakan darah.

Dalam hal ini, ia juga menjelaskan mengolah napinadar masakan khas Tapanuli ini tak mutlak memakai darah.

Bisa juga menggunakan santan kelapa. Biasanya, kalau di rumah makan Batak muslim, ayam napinadar diolah tidak memakai darah, melainkan santan kelapa.

“Jadi Ayam napinadar itu pakai ayam kampung, lalu diolah pakai santan kelapa saja dengan rempah-rempah khas Batak lainnya,” ucapnya.

Lalu untuk mengolah napinadar, ayam lebih dulu dibakar.

Setelah matang dituangkan saus dari bumbu yang dihaluskan dan dimasak.

Aneka bumbu dan rempah yang diperlukan seperti cabai, andaliman, bawang putih dan lain-lain.

Lalu diikuti dengan rempah dan bumbu melumuri seluruh potongan ayam yang disajikan.

Ketika dimasak dan terciumlah aroma yang sangat wangi. Hal itu dihasilkan oleh bahan-bahan seperti jeruk nipis dan andaliman.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved