Mengaku Diperlakukan Semena-mena, PT Delta Atlantic Indah Sebut Perusahaan Tak Sanggup Membayar Upah

Pengacara perusahaan, Hasan menjelaskan kondisi pembayaran upah hanya tinggal 25 persen karena perusahaan memang benar-benar tidak sanggup.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/INDRA
KARYAWAN perusahaan PT Delta Atlantic Indah melakukan aksi unjukrasa di kantor Bupati Deliserdang, Kamis (10/9/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pihak perusahaan PT Delta Atlantic Indah akhirnya buka suara terkait adanya puluhan karyawannya yang melakukan aksi unjukrasa di kantor Bupati Deliserdang, Kamis (10/9/2020).

Pengacara perusahaan, Hasan menjelaskan kondisi pembayaran upah hanya tinggal 25 persen karena  perusahaan memang benar-benar tidak sanggup. Selama Covid-19 perusahaan benar-benar merasakan dampaknya.

"Karena Covid, akhirnya perusahaan tidak sanggup untuk mempekerjakan karyawan secara utuh. Dampak nasional  ini. Nanti kalau sudah keadaan normal mereka akan dipekerjakan lagi," ucap Hasan.

Ia mengaku awalnya perusahaan sempat sanggup membayar upah 75 persen untuk yang tidak bekerja.

Namun lama kelamaan kemampuan perusahaan tidak sanggup lagi sehingga menurun menjadi 50 persen dan sekarang 25 persen.

Meski pihak buruh mengatakan tidak ada kesepakatan namun dirinya mengatakan ada kesepakatan.

Karyawan Perusahaan Saos di Binjai Ditangkap, Diduga Gelapkan Uang 1,2 Miliar

"Ada kesepakatan cuma secara lisan dan diterima kok. Kalau mereka (karyawan) minta 45 persen tapi perusahaan tidak sanggup. Kesepakatannya di hadapan Disnaker dan pengawas juga," katanya.

Sebelumnya puluhan karyawan PT Delta Atlantic Indah yang berada di Tanjung Morawa melakukan aksi unjukrasa ke kantor Bupati Deliserdang, Kamis (10/9/2020).

Mereka datang mengadukan nasibnya yang mengaku telah diperlakukan semena-mena oleh perusahaan.

Apa yang dilakukan oleh karyawan ini merupakan tindaklanjut dari perjuangan mereka yang sudah melakukan aksi menginap selama dua pekan di depan perusahaan.

Saat melakukan aksi di depan gerbang kantor Bupati beragam hal yang mereka sampaikan.

Ada diantara mereka yang bahkan menangis.

Mereka berharap agar Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan bisa turun tangan langsung mengatasi persoalan ini karena dianggap saat ini Dinas Ketenagakerjaan sudah loyo menghadapi perusahaan.

"Jangan saat Pilkada saja kami didekati. Kami bukan hadir untuk menghujat atau menghina tapi minta turun tangan langsung pak Bupati menyelesaikan persoalan. Jangan sampai kami seperti anak yatim, bapak Bupati harus pro terhadap kami. Kepada siapa lagi kami mengadu kalau bukan kepada bapak yang merupakan pemimpin kami dan ayah kami," teriak massa.

Seorang Karyawan Bawa Kabur Uang Perusahaan Rp 251 Juta, Awalnya Pura-pura Dijambret

Karyawan yang melakukan aksi unjukrasa ini adalah karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved