Breaking News:

Ratusan Rumah di Deliserdang Rusak Kena Angin Puting Beliung, Amri Berpikir Sudah Kiamat

Angin puting beliung terjadi di Tanjung Morawa dan Batang Kuis. Juga terjadi di Kecamatan Sunggal, Percut Seituan dan Hamparan Perak.

TRIBUN MEDAN/INDRA
ANGGOTA DPRD Deliserdang, Antoni Napitupulu (kaca mata) ketika berkunjung ke rumah warga yang terkena angin puting beliung,Rabu (16/9/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Ratusan unit rumah di Kabupaten Deliserdang tercatat rusak akibat diterjang angin puting beliung. Peristiwa itu terjadi, Selasa (15/9/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang dihimpun selain bangunan rumah masyarakat yang rusak juga ada rumah ibadah dan bangunan sekolah.

Kepala BPBD Deliserdang, ZA Hutagalung menyebut, pihaknya masih terus melakukan pendataan hingga, Rabu (16/9/2020).

Peristiwa angin puting beliung itu terjadi di lima Kecamatan. Selain Tanjung Morawa dan Batang Kuis juga terjadi di Kecamatan Sunggal, Percut Seituan dan Hamparan Perak. Untuk yang paling banyak disebut terjadi di Kecamatan Hamparan Perak

"Totalnya untuk sementara ini ada 341 unit yang rusak. Mulai dari tadi malam kita turun melakukan pendataan. Bantuan sembako pun sudah kita berikan juga karena ada yang memang rumahnya sama sekali belum bisa ditempati karena rusak berat. Mereka tinggal di tempat tetangga dulu" kata Hutagalung.

Angin Puting Beliung Hantam Sekolah di Percut Seituan, Bangunan SMK Negeri 1 Rusak Ditimpa Pohon

Salah satu warga yang rumahnya rusak adalah Amri Lumbangaol.

Warga Jl Sedayu Raya Desa Kelambir V Kebon Kecamatan Hamparan Perak ini menceritakan pada saat kejadian dirinya sedang bersama anak dan istrinya.

Karena kedua anaknya terus-terusan menangis, pada saat itu ia pun berusaha untuk tetap tidak panik meskipun dalam situasi ketakutan juga sebenarnya.

"Jam lima ke jam enam sore itu kejadiannya. Awalnya itu hujannya deras kali ditambah petir dan anginnya juga kencang kali. Lagi tidur-tidur di kamar kami awalnya. Itu karena kuat kali anginnya. Anak nangis tapi saya tetap berusaha tenanglah karena kalau saya panik mereka bakal nangis lagi. Ya berdoa teruslah saat itu. Petirnya kuat kali itu yang buat anak pun menangis terus," kata Amri.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Puting Beliung di Sumut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Dikatakannya, sebelum atap rumahnya terbang terlebih dahulu mereka lari ke teras rumah.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved