Ratusan Rumah di Deliserdang Rusak Kena Angin Puting Beliung, Amri Berpikir Sudah Kiamat
Angin puting beliung terjadi di Tanjung Morawa dan Batang Kuis. Juga terjadi di Kecamatan Sunggal, Percut Seituan dan Hamparan Perak.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Ratusan unit rumah di Kabupaten Deliserdang tercatat rusak akibat diterjang angin puting beliung. Peristiwa itu terjadi, Selasa (15/9/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Informasi yang dihimpun selain bangunan rumah masyarakat yang rusak juga ada rumah ibadah dan bangunan sekolah.
Kepala BPBD Deliserdang, ZA Hutagalung menyebut, pihaknya masih terus melakukan pendataan hingga, Rabu (16/9/2020).
Peristiwa angin puting beliung itu terjadi di lima Kecamatan. Selain Tanjung Morawa dan Batang Kuis juga terjadi di Kecamatan Sunggal, Percut Seituan dan Hamparan Perak. Untuk yang paling banyak disebut terjadi di Kecamatan Hamparan Perak
"Totalnya untuk sementara ini ada 341 unit yang rusak. Mulai dari tadi malam kita turun melakukan pendataan. Bantuan sembako pun sudah kita berikan juga karena ada yang memang rumahnya sama sekali belum bisa ditempati karena rusak berat. Mereka tinggal di tempat tetangga dulu" kata Hutagalung.
• Angin Puting Beliung Hantam Sekolah di Percut Seituan, Bangunan SMK Negeri 1 Rusak Ditimpa Pohon
Salah satu warga yang rumahnya rusak adalah Amri Lumbangaol.
Warga Jl Sedayu Raya Desa Kelambir V Kebon Kecamatan Hamparan Perak ini menceritakan pada saat kejadian dirinya sedang bersama anak dan istrinya.
Karena kedua anaknya terus-terusan menangis, pada saat itu ia pun berusaha untuk tetap tidak panik meskipun dalam situasi ketakutan juga sebenarnya.
"Jam lima ke jam enam sore itu kejadiannya. Awalnya itu hujannya deras kali ditambah petir dan anginnya juga kencang kali. Lagi tidur-tidur di kamar kami awalnya. Itu karena kuat kali anginnya. Anak nangis tapi saya tetap berusaha tenanglah karena kalau saya panik mereka bakal nangis lagi. Ya berdoa teruslah saat itu. Petirnya kuat kali itu yang buat anak pun menangis terus," kata Amri.
• Waspada Cuaca Ekstrem dan Puting Beliung di Sumut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Dikatakannya, sebelum atap rumahnya terbang terlebih dahulu mereka lari ke teras rumah.
Saat itu anaknya semakin menangis karena bagian atap rumah tetangganya tampak terbang.
"Rupanya enggak lama seng kami yang terangkat. Waktu itu hujan sudah mulai pelan tapi anginnya yang makin kencang. Yang saya bayangkan ku pikir mau kiamat. Betul, memang seperti itu yang ada di kepala saya saat itu. Karena anak saya masih lima tahun dan dua tahun. Saya pun meyakinkan mereka kalau saya akan melindunginya," kata Amri.
Pantauan www.tri bun-medan.com atap rumah Amri hampir separuh yang berterbangan. Meski demikian kayu-kayu penahan masih tampak belum berusakan. Ia menyebut akan segera memperbaikinya karena tidak mungkin juga ia tinggal di rumah tetangga.
• PUTING BELIUNG MENGAMUK, 6 Rumah dan Satu Gereja Disapu Angin Puting Beliung
"Kalau bantuan belum ada dari pemerintah. Tadi adalah Pak Antoni Napitupulu (anggota DPRD Deliserdang) datang kasih bantuan," Amri.
Sementara itu Antoni Napitupulu yang diwawancarai berharap agar Pemkab secepatnya memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban.
"Harus cepat bantuan pemerintah karena ada warga yang belum dapat bantuan sampai kini. Selain sembako bantuan material yang juga dibutuhkan sama warga," kata Antoni yang merupakan politisi PDI Perjuangan. (dra/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/puting-beliung-serdang-deli.jpg)