TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Lebih Dekat Budaya Melayu di Sumatera Utara

Menurut Sejarawan Kota Medan, Muhammad Azis Rizky Lubis, budaya Melayu identik dengan budaya Islam.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga tengah mengunjungi objek wisata Istana Maimun, Medan, Rabu (18/3/2020). Istana Maimun merupakan peninggalan bersejarah masa Kesultanan Melayu Deli. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Sumatera Utara memiliki kemajemukan budaya, salah satunya budaya Melayu.

Menurut Sejarawan Kota Medan, Muhammad Azis Rizky Lubis, budaya Melayu identik dengan budaya Islam.

Sampai muncul satu pantun yang sudah dikenal sangat lama di kalangan masyarakat yang menggambarkan tentang hal ini, “Kapak bukan sembarang kapak, ini kapak untuk membelah kayu, Batak bukan sembarang Batak, ini Batak sudah masuk Melayu”.

Pantun tersebut sangat jelas menggambarkan bagaimana etnis lain, yang turun ke wilayah pesisir terlebih dahulu masuk Islam.

Jika sudah masuk Islam, sudah berarti masuk Melayu. Hal ini berkembang sejak masa kerajaan Islam, karena di masa Hindu-Buddha, pantun ini tidak muncul.

Penyebabnya adalah Sriwijaya yang notabenenya juga disebut sebagai masyarakat Melayu, malah memeluk agama Buddha.

Bahkan, Sriwijaya waktu pada masanya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Sehingga, pendeta Tiongkok bernama It-tsing tertarik untuk datang berkunjung ke wilayah ini.

Meskipun, ada perbedaan dari sisi tersebut, karena ia berpikir bahwa melayu tetaplah melayu.

Masyarakat Melayu memiliki peradaban, teknologi, serta kepatuhan pada sang pencipta yang sangat tinggi.

Namun, dari jurnal bertajuk Budaya Melayu Sumatera Utara dan Enkulturasinya oleh Fadlin bin Muhammad Dja’far, bahwa etnik Melayu adalah salah satu kelompok etnik yang terdapat di Sumatera Utara.

Mereka merasa satu kebudayaan dengan etnik Melayu di berbagai kawasan, seperti di Riau, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan, dan lainnya.

Begitu juga orang Melayu di Semenanjung Malaysia, Sabah, Serawak, Pattani, Kamboka, Srilanka, Madagaskar, dan lain-lainnya.

Orang Melayu di Sumatera Utara memiliki ciri-ciri khas kebudayaan, seperti sistem kekerabatan yang menggunakan unsur impal, seni sinandong, dedeng, tari serampang dua belas, dan lain-lainnya.

Namun ada juga berbagai persamaan sosiobudaya dengan kawasan Melayu lain, seperti adat-istiadat perkawinan, seni zapin, bahasa Melayu, upacara-upacara tradisional, dan lain-lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved