TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Lebih Dekat Budaya Melayu di Sumatera Utara
Menurut Sejarawan Kota Medan, Muhammad Azis Rizky Lubis, budaya Melayu identik dengan budaya Islam.
Lalu, Fadlin bin Muhammad Dja’far dalam jurnalnya, bahwa istilah Melayu biasanya dipergunakan untuk mengidentifikasi semua orang dalam rumpun Austronesia yang meliputi wilayah Semenanjung Malaya, kepulauan Nusantara, kepulauan Filipina, dan Pulau-pulau di Lautan Pasifik Selatan.
Dalam pengertian umum, orang Melayu adalah mereka yang dapat dikelompokkan pada ras Melayu.
Dengan demikian, istilah Melayu sebagai ras ini mencakup orang-orang yang merupakan campuran dari berbagai suku di kawasan Nusantara.
Ras Melayu yang sudah memeluk agama Islam pada abad ke-13, identitas budanyanya selalu dipandang berbeda dengan masyarakat ras Proto-Melayu pedalaman.
Yaitu, orang Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak-Dairi, yang masih menganut kepercayaan mereka sendiri, yaitu baik oleh mereka sendiri maupun orang luar.
Kemudian, dalam jurnal Fadlin bin Muhammad Dja’far, juga mengatakan di sisi lain terjadi adaptasi/asimilasi orang Batak dengan orang Melayu jika masuk agama Islam.
Bahwa di Indonesia arti Melayu berbeda dengan yang di Singapura dan Malaysia. Perbedaan ini secara langsung berkaitan erat dengan persepsi pemerintah masing-masing.
Pemerintah Singapura memandang Melayu sebagai sebuah ras, sebuah kategori yang dihasilkan berdasar keturunan dalam sistem etnisitasnya.
Di Singapura, seorang yang rasnya Melayu, beragama Kristen, dan berbahasa Inggeris, secara sah dianggap sebagai Melayu.
Dalam kenyataannya terdapat sejumlah kecil orang Melayu beragama Kristen, dan mereka dipandang sebagai suatu Asosiasi Kristian Melayu di Singapura.
Di Malaysia, Melayu secara konstitusional diikat identitasnya dengan agama Islam, dan jika seorang Melayu memeluk agama bukan Islam, dia tidak dipandang lagi sebagai Melayu.
Namun demikian, tidak semua orang Islam Malaysia dipandang sebagai Melayu, yakni konstitusi Malaysia menyatakan bahwa orang Melayu itu hanyalah orang Islam yang berbahasa Melayu, mengikuti adat-istiadat Melayu, lahir di Malaysia, atau lahir dari orang tuanya yang berkebangsaan Malaysia.
Berbeda dengan pemerintah Singapura dan Malaysia, pemerintah Indonesia tidak begitu berminat memberikan definisi secara legal terhadap Melayu.
Di Indonesia, Melayu adalah satu istilah yang mengandung makna identitas regional berdasar pengakuan penduduknya.
Dengan kata lain, dalam pandangan pemerintah Indonesia, seseorang dapat saja menyatakan dirinya sendiri sebagai atau bukan sebagai orang Melayu, dan dia boleh saja memilih identitas regional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/18032020_istana_maimun_ditutup_danil_siregar.jpg)