SADIS, Polisi Hajar Dua Buruh Bangunan hingga Babak Belur saat Pembubaran Aksi Mahasiswa
Keduanya baru saja menyelesaikan pekerjaan sebagai buruh di sebuah pembangunan gedung di wilayah Anduonohu.
Akibat aksi polisi tersebut, La Duma mengalami luka dua jahitan di kepala, dan sakit di tulang ekor hingga tak bisa berdiri.
Kendaraan milik sepupunya yang dikendarai saat itu juga dihancurkan oleh polisi. Keduanya dilepaskan oleh polisi ketika keluarga mereka menjemput di kantor Mapolda Sultra.
Pihak keluarga meminta Polda Sultra untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.
Wa Tumi, adik La Duma yang juga istri La Iwan meminta pihak kepolisian membiayai perawatan dan pengobatan terhadap kakak dan suaminya.
• Bertemu Babi Hutan saat Mendaki Gunung, Begini Tips Menghadapinya
• LUTFI AGIZAL Coba Populerkan Kata Anjayani Makan Odading dan Kopi Joss, Berharap Viral Seperti Anjay
Ia mengatakan, akibat kejadian itu, kakaknya tidak bisa bekerja lagi. Sementara sang kakak merupakan tulang punggung di keluarganya.
“Karena tulang ekornya sakit, kakakku tak bisa berdiri lagi, tidak bisa kerja. Akhirnya sampai sekarang tidak kita tahu bagaimana kondisi tulang ekornya karena tidak punya uang ke dokter atau puskemas," terangnya.
"Motor juga minta diganti kerusakannya,” ujar dia.
Dalam peristiwa itu, tak hanya dua buruh bangunan yang diamankan di Mapolda Sultra, ada 17 mahasiswa yang juga digiring ke Polda Sultra.
Mereka dibebaskan setelah pihak kampus UHO dan keluarga melakukan negosiasi dengan pihak Polda Sultra.
Sementara itu, pihak Polda Sultra yang dikonfirmasi KOMPAS.com terkait aksi kekerasan yang dialami dua buruh bangunan belum memberikan tanggapan terkait hal itu. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dua-buruh-bangunan-yakni-la-iwan-dan-la-duma.jpg)