News Video

Warga Geruduk Kejari Deliserdang Desak KPK Tahan Teguh Wardoyo

Kasus Kajari Deliserdang, Teguh Wardoyo, yang diperiksa KPK mendapat sorotan dari masyarakat

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Hendrik Naipospos
T R IBUN-MEDAN.com/Indra Gunawan
Forak melakukan aksi unjukrasa di depan gerbang kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang Selasa, (29/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus Kajari Deliserdang, Teguh Wardoyo, yang diperiksa KPK mendapat sorotan dari masyarakat.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com Forum Anti Korupsi (Forak) Kabupaten Deliserdang melakukan aksi unjukrasa di depan gerbang kantor Kejari Deliserdang Selasa, (29/9/2020).

Dalam aksinya ini mereka menuntut agar Teguh Wardoyo bisa diproses oleh KPK.

Selain itu mereka juga meminta agar Kejaksaan Agung dapat mencopot yang bersangkutan karena diduga telah menyalahgunakan kewenangannya saat menangani perkara dugaan korupsi perizinan di lingkungan Pemkab Deliserdang.

"Kami warga Deliserdang malu punya Kajari seperti ini. Kajari ini tidak layak untuk memimpin di Deliserdang," teriak massa.

Koordinator aksi, Muhari tampak berapi-api ketika menyampaikan aspirasi.

Meski loundspeaker portabel yang mereka bawa sempat rusak namun kata-kata yang keluar dari mulutnya tetap terdengar lantang.

Saking semangatnya, suaranya sampai habis dan serak. 

"Loudspeakernya rusak kawan-kawan. Maaf kita enggak bisa nyewa. Tapi sekali lagi kita akan bawa sound besar. Mau patungan kawan-kawan?, Mau som-soman kawan-kawan? Yang penting Kajari dicopot?. Setuju kawan-kawan?"teriak Muhari. 

Aksi yang dilakukan puluhan orang ini dikawal ketat oleh puluhan personil Polresta Deliserdang.

Selain berada di luar gerbang ada juga yang polisi yang berada di area dalam. Sementara itu beberapa Jaksa, khususnya yang dibagian Intelijen hanya tampak memandangi aksi dari bagian dalam.

Mereka tampak begitu memperhatikan dan mendengarkan apa-apa yang diucapkan oleh massa. 

"Kita bukan benci Kajari, kita bukan dendam sama Kajari tapi kita benci sama kepemimpinannya. Maling kecil ditangkapi tapi maling besar dibiarin. Banyak tikus-tikus di dalam kantor ini. Untuk KPK juga harus tetap jadi Komisi Pemberantasan Korupsi jangan Komisi Pelindung Korupsi. 

Sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan massa pun terus-terusan melontarkan kalimat copot Kajari, copot Kajari.

Saat itu massa pun menolak ditemui oleh pegawai Kejaksaan. Mereka hanya mau bila aspirasi mereka diterima langsung oleh Teguh Wardoyo.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved