TRIBUN-MEDAN-WIKI: Hamsad Rangkuti; Cerpenis Sumut yang Berpenampilan Sederhana
Masih di SMP di Tanjungbalai, Asahan, di tahun 1959, ia menghasilkan cerpennya yang pertama, Sebuah Nyanyian di Rambung Tua, yang dimuat di koran
Seusai konferensi tersebut, Hamsad memutuskan tinggal di Jakarta.
Kehidupan awal di Ibu Kota, ia tinggal di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat.
Di kota itu pula ia bisa menguping obrolan para seniman senior, yang sedang mengadakan acara kesenian atau sekadar berkumpul-kumpul di sana.
Hamsad mengawali karier sebagai penulis cerita pendek pada 1962.
Tak mampu berlangganan koran dan membeli buku, Hamsad terpaksa membaca koran tempel di kantor wedana setempat.
Di sanalah ia berkenalan dengan karya-karya para pengarang terkenal seperti Anton Chekov, Ernest Hemingway, Maxim Gorki, O. Henry, dan Pramoedya Ananta Toer.
Dari sini pula jiwa kepengarangannya tumbuh dan berkembang.
- Karya-karya Cerpen Hamsad Rangkuti yang Diterjemahkan ke Bahasa Asing
1. Sampah Bulan Desember yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris
2. Sukri Membawa Pisau Belati yang diterjemahkan kedalam bahasa Jerman.
- Dua cerpen dari pemenang Cerita Anak Terbaik 75 Tahun Balai Pustaka tahun 2001
1. Umur Panjang Untuk Tuan Joyokoroyo, dan
2. Senyum Seorang Jenderal pada 17 Agustus dimuat dalam Beyond the Horizon, Short Stories from Contemporary Indonesia yang diterbitkan oleh Monash Asia Institute.
- Tiga kumpulan cerpennya, antara lain:
1. Lukisan Perkawinan, dan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hamsad-rangkuti-1.jpg)