TRIBUN-MEDAN-WIKI: Hamsad Rangkuti; Cerpenis Sumut yang Berpenampilan Sederhana
Masih di SMP di Tanjungbalai, Asahan, di tahun 1959, ia menghasilkan cerpennya yang pertama, Sebuah Nyanyian di Rambung Tua, yang dimuat di koran
2. Cemara di tahun 1982, serta
3. Sampah Bulan Desember di tahun 2000, masing-masing diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan, Grafiti Pers, dan Kompas.
- Novel:
Ketika Lampu Berwarna Merah memenangkan sayembara penulisan roman DKI, yang kemudian diterbitkan oleh Kompas pada 1981.
- Penghargaan Hamsad Rangkuti :
1. Penghargaan Insan Seni Indonesia 1999 Mal Taman Anggrek & Musicafe,
2. Penghargaan Sastra Pemerintah DKI (2000)
3. Penghargaan Khusus Kompas 2001 atas ke setiaan dalam penulisan cerpen,
4. Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2001),
5. Pemenang Cerita Anak Terbaik 75 tahun Balai Pustaka (2001)
- Karya-karya Tulis :
1. Sebuah Nyanyian di Rambung Tua (1959),
2. Ketika Lampu Berwarna Merah (1981),
3. Lukisan Perkawinan (1982),
4. Cemara (1982),
5. Sampah Bulan Desember,
6. Sukri Membawa Pisau Belati,
7. Umur Panjang Untuk Tuan Joyokoroyo (2001),
8. Senyum Seorang Jenderal (2001),
9. Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu,
10. Bibir dalam Pispot (2003).
Sumber:
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian pendidikan dan Kebudayaan
- Sumber Lainnya
(cr22/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hamsad-rangkuti-1.jpg)