Breaking News:

Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan Aksi Demo Ricuh di Batubara, Berperan Jadi Pimpinan Aksi

ASL berperan menjadi pimpinan masa aksi dan menyampaikan orasi yang menghasut pengunjuk rasa melakukan kericuhan hingga melukai petugas.

TRIBUN MEDAN/HO
POLISI menangkap dalang kericuhan saat aksi unjuk rasa di kabupaten Batubara, Minggu (18/10/2020). 

T R I B U N-MEDAN.com, MEDAN - Petugas Ditreskrimum Polda Sumut menangkap seorang pelaku yang diduga menjadi dalang atau provokator atas kericuhan aksi demo tolak Omnibus Law di depan kantor DPRD Kabupaten Batubara, beberapa waktu lalu.

Dari hasil penyelidikan petugas yang diperkuat dengan barang bukti, polisi menangkap pelaku asal Kecamatan Talawi.

Adapun satu tersangka tersebut berinisial ASL (28) warga Desa Bahari Indah, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com pada Minggu (18/10/2020), ASL berperan menjadi pimpinan masa aksi dan menyampaikan orasi yang menghasut pengunjuk rasa melakukan kericuhan hingga melukai petugas.

Pascaditemukannya yang melukai petugas itu, ASL dikabarkan kabur dari kediamannya di Desa Bahari Indah, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara ke Medan.

Pada Jumat (16/10/2020) lalu, ASL berhasil ditangkap petugas di Jalan Riwayat Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Dari penangkapan ASL, petugas amankan barang bukti berupa satu unit handphone android Xiaomi Redmi 5 A warna silver berikut dengan simcard yang melekat.

Baca juga: Demonstran Penolak Omnibus Law Reaktif, Satgas Covid-19 Medan Lakukan Tracing, Testing, dan Isolasi

Terkait penangkapan tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dalang kericuhan aksi di Batubara berhasil ditangkap.

"Saat ini satu tersangka inisial ASL yang menjadi provokator aksi demo yang berujung ricuh sudah kami amankan. Penyelidikan juga terus berlanjut terhadap tersangka yang belum tertangkap", ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Batubara, Senin (12/10/2020) lalu, yang semula berlangsung tertib akhirnya berubah menjadi ricuh.

Hal tersebut terjadi saat massa aksi dilarang masuk. Massa pun mulai ribut berteriak-teriak dan melemparkan ratusan batu kecil dan besar.

Akibatnya, batu yang dilempar massa ke arah petugas di dalam halaman gedung dewan mengenai kepala Kasat Shabara Polres Batu Bara AKP DP Sinaga hingga menyebabkan darah bercucuran dari kepala hingga membasahi wajah DP Sinaga.

Baca juga: Pelajar Ikut Demo Bakal Tercatat di SKCK Kepolisian, Terancam Sulit Untuk Melamar Kerja

Dari aksi kericuhan itu, Polres Batubara juga telah menahan 7 tersangka yakni Suh (44) warga Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puh.

Mh. A (20) warga Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih, Mh. F (23) warga Desa Bandar Sono Kecamatan Nibung Hangus.

Kemudian Mh S (23) warga Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka, AG (40) warga Blok X Desa Pamatang Cengkring Kecamatan Medang Deras, JS (20) serta BDP (20) warga Kabupaten Simalungun.(mft/ tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved