44 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Relawan Kotak Kosong Siapkan 16 Ton Garam, Ini Kata Paslon Tunggal Pilkada Siantar

Koalisi Relawan Masyarakat Kolom Kosong berencana membagikan 16 ton garam dapur kepada pemilih di Pilkada Pematangsiantar. Apa kata Asner Silalahi?

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
T R IBUN-MEDAN.com/Alija Magribi
Pasangan Calon Tunggal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar Asner Silalahi - dr Susanti Dewayani 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Menanggapi niatan  Koalisi Relawan Masyarakat Kolom Kosong (Mas Koko) yang akan membagikan 16 ton garam dapur kepada pemilih di Pilkada Pematangsiantar, 9 Desember 2020 mendatang, kubu pasangan calon tunggal Asner Silalahi-dr Susanti Dewayani angkat bicara.

Menurut Asner, pemberian sesuatu kepada pemilih hal yang melanggar dan dapat diadukan.

"Bisa diadukan ini. Memberikan sembako untuk mempengaruhi pemilih," ujar Asner dari pesan WhatsApp, Senin (26/10/2020).

Sementara ketua Tim Pemenangan Asner-Susanti, Ferry Sinamo menyampaikan bahwa kampanye hanya boleh dilakukan oleh pasangan calon, tim sukses dan partai pengusung.

"Sekarang begini, yang bisa kampanye Paslon, timses, dan partai pengusung. Itu aja yang bisa kampanye. Yang punya visi misi kampanye," ujar Sinamo.

Selanjutnya upaya untuk mempengaruhi pemilih dengan sesuatu benda atau janji, menurut anggota DPRD asal PDI-P ini juga merupakan pelanggaran Pilkada dan bisa dilaporkan.

"Kan mereka memberi garam untuk ibu ibu. Apakah memberi sesuatu itu tidak melanggar peraturan? Itu sudah merupakan kejahatan pemilu. Itu sudah pelanggaran pemilu," ujarnya.

"Sah memilih kolom kosong tapi jangan diorganisir. Itu sudah diorganisir karena sudah memberi sesuatu pada masyarakat," cetusnya lagi.

Ia pun mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih.

Ia menilai cara memberikan masyarakat dengan sesuatu hal adalah melukai proses pemilihan kepala daerah.

Ferry meyakini bahwa Koalisi Relawan Mas Koko sudah ditunggangi oleh orang orang yang berkepentingan.

Niat mengedukasi masyarakat tentang memilih kolom kosong adalah hal yang sah tak lagi murni.

"Kolom kosong ini tidak lagi murni, tapi ada yang menunggangi," ujar Ferry.

Sementara itu, Plt Bawaslu Pematangsiantar Nanang Wahyudi masih hati-hati menyikapi niatan pemberian garam dapur dari kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Relawan Mas Koko.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved