Semangati Pemuda, Jong Bataks Arts Festival ke Tujuh Angkat Tema Alunan Mantra Tala
Di masa pandemi COVID-19, Jong Bataks Festival dilakukan secara virtual melalui akun YouTube Rumah Karya Indonesia pada 28-31 Oktober 2020.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gelaran seni tahunan yang dilakukan para seniman Sumut bertajuk Jong Bataks Festival memasuki tahun ke tujuh sejak awal digelar pertama kali pada tahun 2013.
Di masa pandemi COVID-19, Jong Bataks Festival dilakukan secara virtual melalui akun YouTube Rumah Karya Indonesia pada 28-31 Oktober 2020.
Direktur JBAF #7, Audri Manurung mengatakan JBAF tahun ini diadakan dengan tema Alunan Mantra Tala yang berarti doa-doa yang laras.
"Tema JBAF #7 Virtual tahun ini adalah Alunan Mantra Tala. Mantra adalah doa-doa yang dinyanyikan kepada Tuhan yang memberi kehidupan, memberi semangat dan Tala adalah laras atau kesesuaian nada," ujar Audri melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).
Maka Alunan Mantra Tala, terangnya adalah doa-doa yang dinyanyikan untuk membakar semangat para pemuda mencari makna hidup.
"JBAF 7 mengajak para seniman Sumatera Utara untuk ikut melafalkan mantra, dan mendengungkan tala," katanya.
Diterangkannya, rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam JBAF selama 4 hari yakni mempertunjukkan pertunjukan seni dengan latar belakang ikon-ikon Kota Medan dan 2 Talkshow dengan Tema Talkshow pertama "Pendekar Kebudayaan" dengan narasumber Ojax Manalu (Direktur Rumah Karya Indonesia), Avena Matondang (Antropolog) dan Tumpak Hutabarat (Direktur 1000 Tenda Kaldera Toba Festival) pada 28 Oktober lalu.
Baca juga: Terjual hingga 4.700 Tiket, Jong Bataks Arts Festival 2019 tanpa Disokong Pemerintah
Serta tema Talkshow kedua yakni "Alunan Mantra Tala" dengan narasumber Brevin Tarigan dan Denata Rajagukguk pada 31 Oktober 2020.
"Kegiatan hari pertama dilakukan di Istana Maimun yang mempertunjukkan Penyanyi Soloist Hanna Pagiet dan di Masjid Raya mempertunjukan Penyanyi Duet Sain't Gabriella," ujarnya.
Sedangkan pada hari Kedua, kata Audri, di Bundaran SIB mempertunjukan Puisi Berantai dari T-Sniper, kemudian di Kesawan mempertunjukkan akustikan dari PARAKUSTIK, dan di Makam Pahlawan mempertunjukan Musik Hiphop Tradisi oleh Episentrum dan G'an Ginting
Hari Ketiga di Kantor Pos Merdeka Walk mempertunjukkan Pantomime oleh Frisdo Ekardo, kemudian di Tugu Titik Nol Kota Medan mempertunjukkan musik tradisi Batak Sulim oleh Halimah dan Prima, dan di Tugu Guru Patimpus yang mempertunjukkan Penyanti Soloist muda Doly Simangunsong.
"Pada Hari terakhir, hari ini dilakukan live streaming dari Taman Budaya Sumatera, sebagaimana dari Jong Batak's Arts Festival 1 sampai 6 dilaksanakan di Taman Budaya Sumatera Utara," ungkapnya.
Audri mengatakan pada hari ini diadakan Talkshow dan pertunjukan musik dari Hiskia Purba dan Ivan Siahaan membawakan instrumen tradisi, Air Ethniccity, Roots, Musikologi dan Broderhood sebagai penutup.
"Melalui JBAF ini meskipun di tengah pandemi kita sebagai pemuda Indonesia khususnya Sumatera Utara, harus tetap semangat dalam berkarya, dan mampu menginspirasi anak-anak muda lainnya," ujar Audri.
Dikatakannya, pada Jong Batak's Arts Festival 7, mengusung delapan pemuda menginspirasi yang dirangkum pada satu video yang diupload di Youtube RKI Project sebagai apresiasi untuk pemuda-pemuda yang sudah berkarya dan menjadi inspirasi Sumatera Utara.
"Hal yang diharapkan dalam Jong Batak's Arta Festival 7 tahun ini adalah JBAF mampu mengajak pemuda-pemuda Indonesia khususnya Sumatera Utara untuk bergerak mempertahankan budaya, berkarya, dan mampu menginpirasi pemuda pemuda lainnya. Seperti Alunan Mantra tala, perjuangan kita sebagai anak muda belum selesai, mari lafalkan mantra, mari dengungkan tala," tutupnya.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jong-art-festivwl-foto.jpg)