Cerita Seleb
Aurel JKT48 Bikin Laporan ke Polisi soal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Terlapor Masih dalam Lidik
Aurel JKT48 diduga mengalami pelecehan seksual. Kejadian tersebut terjadi pada 3 November 2020 lalu.
Tim manajemen pun terus melakukan diskusi untuk menemukan solusi dari masalah yang mereka hadapi.
Melody pun menegaskan JKT48 tidak akan bubar.
Namun cara terbaik agar JKT48 tetap bertahan untuk saat ini adalah pengurangan member dan staf.
"Beberapa waktu terakhir tim manajemen dan stakeholder terus menerus melakukan diskusi, apakah sudah benar-benar tidak ada cara lain untuk JKT48 selain bubar?
Apakah JKT48 yang sudah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai disini? Apakah group yang sudah didukung banyak orang harus selesai di sini?
Setelah berdiskusi terus menerus, ada satu cara agar JKT48 terus bertahan, cara itu adalah pengurangan jumlah member dan staff JKT48, agar group ini tidak bubar.
Kami berencana melakukan perubahan dalam skala besar, atau restrukturisasi dalam group ini. Ini adalah keputusan yang sangat berat, tapi kami sudah tidak punya pilihan lagi selain kembali membangun semuanya dari awal," jelas Melody.

Di akhir pernyataannya, mantan member JKT48 generasi pertama itu pun meminta pengertian dari fans.
"Mengenai member dan rencana selanjutnya terkait hal ini, akan kami umumkan lebih lanjut.
Pasti saat ini ada berbagai perasaan dan pemikiran yang muncul di hati kalian.
Mungkin sulit untuk meminta pengertian akan langkah yang berat ini, tapi kami yakin dan percaya kalian akan mengerti.
Oleh karena itu mohon selalu dukungannya untuk JKT48. Terima kasih," tandas Melody.
(TribunStyle.com/Febriana)
Artikel Ini Sudah Tayang di Tribunstyle.com dengan Judul Alami Dugaan Pelecehan Seksual, Aurel JKT48 Mantap Lapor Polisi, Terlapor Masih dalam Lidik