Menilik Koleksi Benda Bersejarah Peradaban Masyarakat Sumut di Museum Gedung Arca
Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, memiliki beberapa museum dengan berbagai koleksi peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Juang Naibaho
Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, memiliki beberapa museum dengan berbagai koleksi peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Di antaranya adalah Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara atau yang kenal dengan museum Gedung Arca yang berada di Jalan HM Joni, Kota Medan, Sumatera Utara.
Museum ini menyimpan koleksi berbagai benda peninggalan peradaban manusia dari masa prasejarah.
Saat dijumpai wartawan www.tribun-medan.com seorang staf edukasi museum Sumarni Ginting menjelaskan, Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara ini awal mula dikenal sama masyarakat Kota Medan yang diberi nama Gedung Arca.
"Koleksi pertama kita ini namanya Arca atau Makara, yang terletak di area museum ini yang luasnya sekitar satu hektare. Pada dahulunya, Makara ini tidak punya tempat. Jadi, bapak presiden kita yang pertama, dia tidak mau kalau koleksi yang berharga ini tidak ada tempatnya," ucap Sumarni, Kamis (19/11/2020).
"Maka pada tanggal 28 Oktober 1954, Presiden Soekarno meletakan batu pertama museum ini sekaligus meletakkan koleksi pertama ini," sambungnya.
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara selesai dibangun pada 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef.
Sampai sekarang, museum yang terdiri dari dua lantai ini, sudah memiliki 7.000 koleksi benda peninggalan sejarah.
Terdapat juga beberapa ruangan pada saat pengunjung ingin melihat beberapa peninggalan sejarah di Museum ini.
"Kalau kita jalan di lantai satu sebelah kanan dari pintu masuk, bisa kita lihat ruangan megalitikum, selanjutnya adalah masuknya Hindu Budha, masa Islam, dan masa kolonialisme.
Lantai satu ini tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia khususnya di Sumatera Utara masa tahun 45 sampai 50, sekaligus koleksi-koleksi yang bisa dipakai pejuang kita termasuk bambu runcing dan parang panjang," ujar Sumarni.
Sementara itu, pada lantai dua museum ini ragam hias kehidupan masyarakat Sumatera Utara pada masa lampau terpampang jelas dan bisa dilihat oleh setiap pengunjung.
"Ada patung yang menggambarkan seorang petani, dan ada yang sebagai pandai besi pertukangan. Pada sisi bagian sebelah timur gedung, tampak tentang alat musik yang dipakai oleh nenek moyang kita dulu diantaranya adalah Gordang Sembilan," ujar Sumarni.
Sumarni Ginting juga berharap, untuk generasi penerus ini agar mencintai budayanya, dan menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/peninggalan-bersejarah-di-museum-gedung-arca.jpg)