Breaking News:

Kemendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka

Tanggapan Satgas Covid Terkait Kebijakan Sekolah Tatap Muka yang Diizinkan Kemendikbud

Menteri Nadiem sendiri juga turut akan menegaskan agar sekolah memberikan sistem shift agar tidak ada terjadi kerumunan. 

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Siswa SMP Budi Mulia, Samosir, diperiksa suhu tubuh oleh guru pada hari pertama pembelajaran tatap muka, Jumat (7/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemberian izin pembelajaran tatap muka dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim di tengah pandemi tentu begitu banyak hal yang perlu diperhitungkan.

Jubir Satgas Covid-19 Medan, Mardohar Tambunan mengungkapkan bahwa keputusan pembukaan sekolah di Sumut untuk Januari 2021 mendatang akan ditinjau kembali.

"Kita itu kalau dari keputusan menteri masih kita tinjau balik, karena setiap kabupaten/kota kan berbeda juga provinsi. Tergantung juga tingkat penularannya. Pembukaan sekolah tatap muka ini memungkinkan asal ada perintah jelas dari pak Gubernur dan Walikota. Inikan juga gak begitu saja terlaksana, dia harus dilihat juga tingkat penularannya. Kalau masih rame bagaimana mau dibuka. Mau apapun kata menteri, kita harus lihat kenyataannya," ungkap Mardohar kepada Tribun Medan, Sabtu (21/11/2020).

Mardohar sendiri juga turut mengatakan jika memang sudah sepatutnya sekolah turut dibuka mengingat begitu banyak permasalahan terkait dengan pembelajaran secara daring ini.

Namun begitu, Ia juga mengatakan bahwa jika nantinya sudah ada ketetapan pembukaan sekolah pada Januari 2021 mendatang, Satgas akan melakukan evaluasi setelah pembelajaran berlangsung.

"Kalau dikatakan pak Nadiem sekolah akan dibuka sah-sah saja, tapi nanti akan dievaluasi saat sudah berjalan seminggu hingga dua Minggu. Kita lihat dalam waktu sebulan sesuai dengan masa inkubasi Covid-19," ujarnya.

Menteri Nadiem sendiri juga turut akan menegaskan agar sekolah memberikan sistem shift agar tidak ada terjadi kerumunan. 

Menanggapi hal tersebut, Mardohar tidak melarang dan jika berhasil tanpa ada penyebaran virus, tentu ini akan menjadi metode yang dapat digunakan seterusnya.

"Sistem shift Itu teknik pelaksanaannya. Mereka membuat itu berarti sudah mendapatkan kajian dari tim ahli mereka. Itu bisa saja dan boleh diterapkan. Kalau memang bagus kenapa tidak dicontoh, kalau tidak ya cari metode lain," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved