Pendidikan
USU Terdepak ke Zona Merah Integritas Riset Global, Begini Respons Pihak Kampus
Hasil riset terbaru dari Research Integrity Risk Index (RI²)menempatkan Universitas Sumatera Utara (USU) dalam zona merah.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Hasil riset terbaru dari Research Integrity Risk Index (RI⊃2;)menempatkan Universitas Sumatera Utara (USU) dalam zona merah, kategori dengan risiko tinggi dalam hal integritas penelitian.
Temuan ini memantik sorotan terhadap praktik akademik di salah satu kampus terbesar di Sumatera ini.
Laporan yang digarap peneliti internasional Lokman Meho itu menganalisis indikator seperti dugaan plagiarisme, kecurangan data, hingga praktik publikasi yang dipertanyakan.
Posisi USU dalam zona merah menandakan perlunya evaluasi mendalam terhadap sistem pengawasan riset di perguruan tinggi negeri tersebut.
Menanggapi temuan ini, Kepala Humas USU Amalia Meutia menyatakan bahwa pihak kampus terbuka terhadap masukan untuk peningkatan kualitas penelitian.
Disebutnya, USU menghargai setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan integritas dalam dunia akademik, termasuk laporan Research Integrity Index (RI⊃2;) yang baru-baru ini dirilis oleh peneliti internasional Lokman Meho.
“Kami menyadari bahwa integritas riset merupakan pilar utama dalam membangun reputasi akademik yang kredibel dan berdaya saing global. Oleh karena itu, USU memandang laporan ini sebagai masukan penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan yang lebih sistemik di bidang tata kelola penelitian,” ujarnya melalui rilis resmi yang Tribun Medan terima, Selasa (8/7/2025).
Amalia menegaskan bahwa USU tetap berkomitmen memperkuat budaya riset yang etis melalui berbagai langkah, seperti penyempurnaan regulasi akademik, penguatan kapasitas dosen dan peneliti dalam etika publikasi ilmiah, serta pengawasan ketat terhadap kualitas dan integritas hasil riset.
"Sebagai institusi pendidikan tinggi, USU percaya bahwa kritik adalah bagian dari proses perbaikan," tambahnya.
Laporan RI⊃2; mengevaluasi risiko integritas riset di berbagai universitas dunia berdasarkan indikator seperti plagiarisme, manipulasi data, dan praktik publikasi yang tidak etis.
Masuknya USU dalam zona merah menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan dan kebijakan yang lebih ketat di bidang penelitian.
“Kami akan menjadikan laporan ini sebagai momentum untuk berbenah dan meningkatkan tata kelola penelitian secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
UNPAB Resmikan Fakultas Sains Komputasi dam Kecerdasan Digital, Berikut Prospek Kerja Lulusannya |
![]() |
---|
Cyber Lawyer hingga Legal Drafter, Ini Prospek Lulusan Hukum Bisnis Unimed |
![]() |
---|
UINSU Buka Pendaftaran Jalur Mandiri untuk Tahun Akademik 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya |
![]() |
---|
Karo Foundation dan Ilmu Sejarah FIB USU Gelar Simposium Hubungan Kerajaan Aru dan Peradaban Karo |
![]() |
---|
Universitas HKBP Nommensen Kolaborasi dengan BTN untuk Pengembangan Pendidikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.