Breaking News

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menikmati Panada Kuliner Khas Manado di Medan

Tak perlu jauh-jauh, apalagi pergi ke Manado untuk cicipi Panada, kuliner khas Manado, Sulawesi Selatan.

Editor: Juang Naibaho
cr22/tribun-medan.com)
Panada, kuliner khas Manado, Sulawesi Selatan. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Tak perlu jauh-jauh, apalagi pergi ke Manado untuk cicipi Panada, kuliner khas Manado, Sulawesi Utara.

Penganan ini bisa dicicipi di resto LA NINAS, Jalan Hasanudin, Kota Medan.

Dituturkan seorang masyarakat Manado yang tinggal di Medan, Noval, bahwa Panada merupakan pengaruh dari negeri kincir angin.

Panada ini merupakan penganan pada masa kolonialisme di Manado, dan hingga saat ini masih ada dijual di Manado.

Selain itu, ada juga yang mengatakan Panada merupakan penganan yang berasal dari Portugis. Pada masa saat itu, bangsa Protugis datang ke Minahasa. Dalam bahasanya Panada dikenal dengan sebutan Empanada.

Penganan yang disebut Panada versi Spanyol tersebut, berupa Pastel yang diisi dengan ikan laut cakalang atau tuna yang diberi bumbu pampis.

Bumbu pampis adalah ikan cakalang dimasak dengan bawang merah, daun jeruk, kemangi, cabai merah, daun merah.

Sementara, ikannya disuwir kecil-kecil. Pembuatan Panada ini terdiri atas bahan dan isi, kemudian digoreng dalam minyak panas.

Secara kasat mata, panganan tersebut memang menyerupai dengan Pastel.

Biasanya penganan Panada di Manado dibanderol per pieces dengan harga Rp 5000 sampai Rp 6000-an.

Begitu juga di Kota Medan, perpiece penganan Panada di restoran LA NINAS dibanderol Rp 6000-an.

a. Bahan–bahan membuat penganan Panada

Bahan Untuk Kulit:
- 500 gram tepung terigu
- 5 gram ragi instan
- 2 sdm gula pasir
- 100 ml susu cair
- 2 butir telur, kocok sebentar
- 1 sdm mentega, kocok hingga lembut

- Garam secukupnya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved