Jenazah Ditelantarkan RS Mitra Sejati

Ulah Sopir Ambulans Bikin Geram, Ngapain Berlama-lama di Toilet? Harusnya Segera Bawa Jenazah

video yang berdurasi 46 detik tersebut viral di media sosial menunjukkan tangis keluarga yang jenazahnya tidak dibawa oleh pihak rumah sakit.

ist/kolase Tribun Medan
Jenazah pasien RS Mitra Sejati dibawa pakai taksi online. 

TRIBUN-MEDAN.com - Padahal sedang bertugas untuk membawa jenazah yang terbujur kaku, ulah sopir ambulans bikin geram.

Ya,  sopir ambulans disebut berlama-lama di toilet dalam kondisi segenting itu.

Walhasil, keluarga jenazah akhirnya memilih taksi online membawa ke rumah duka. 

Pihak Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati akhirnya memberikan statement terkait keluhan keluarga pasien terkait penelantaran jenazah hingga berjam-jam tidak diantarkan ambulans, Rabu (26/11/2020).

Pasien yang meninggal tersebut beridentitas Yuniarty (43) warga Jalan Eka Sama, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Humas RS Mitra Sejati Medan Erwinsyah Dimyati Lubis menjelaskan kronologi awal pasien tersebut masuk dirawat di RS Mitra Sejati pada 23 November 2020 dan meninggal pada 25 November 2020.

"Pasien masuk Rumah Sakit pada 23 November 2020, di ICU 25 November 2020 pujul 5.30 WIB dan 6.30 WIB pasien meninggal," tuturnya kepada tribunmedan.id , Kamis (26/11/2020) di RS Mitra Sejati Medan.

Ia menyebutkan pada rentan waktu hingga pukul 09.30 WIB terdapat proses pencabutan alat medis dan administrasi.

"Antara rentan waktu itu kan ada pencabutan alat-alat, administrasi sampai 9.30 WIB atau 9 lebih sedikit pasien dibawa oleh keluarga," tuturnya.

Erwin menegaskan pihaknya tidak ada menelantarkan jenazah pasien tersebut, namun ada kesalahpahaman antara kelurga dengan supir ambulans.

Di mana ia menyebutkan bahwa sopir ambulans pada saat tersebut sedang berada di toilet.

"Saya tegaskan RS tidak pernah menelantarkan pasien apalagi mayat, hanya terjadi kesalahpahaman. Artinya kita ada supir 3 orang, dan supir juga pada saat pasien yang meninggal tadi sudah keluar dari ruang ICU ke bawah sopir kita dalam keadaan ke toilet. Pas dia keluar ditanya sama satpam dimana pasien nya, udah dibawa sama keluarga," tuturnya.

Lebih lanjut, Erwin menyebutkan bahwa keluarga korban tersebut tidak sabar menunggu kehadiran sopir.

"Kalau menurut kami iya, pasien tidak sabar menunggu. Kita sudah komunikasi dari awal cuma karena pas turun pasien yang meninggal tadi sopir ambulans kita lagi di toilet," tuturnya.

Saat ditanya terkait lamanya proses tersebut hingga berjam-jam, Erwin menyebutkan bahwa hal tersebut dikarenakan proses administrasi dan pencabutan alat-alat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved