Tidak Ada Drainase, Jalan Datuk Rubiah Marelan Jadi Pemandian Bebek, Seminggu Baru Surut Air

Pengendara yang hendak ke arah jalan besar Marelan tampak memakai sepatunya kembali setelah melewati kubangan lebar tersebut.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PENGENDARA saat melintasi genangan banjir di Jalan Datuk Rubiah, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin (14/12/2020). Tampak bebek berenang di kubangan tersebut lantaran tidak ada drainase. 

Tribun-Medan.com, Medan - Jalan Datuk Rubiah, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan sudah seperti kolam bebek pascahujan pada Sabtu (12/12/2020) malam lalu.

Amatan Tribun-Medan.com, Senin (14/12/2020) aspal jalan sepanjang kurang lebih 10 meter ini digenangi air sedalam 15-30 cm dengan beberapa bebek yang bermain air di tengah jalan tersebut.

Berdasarkan informasi dari Sarina, warga Lingkungan 29 ini mengungkapkan bahwa belasan tahun Jalan Datuk Rubiah menjadi langganan banjir akibat tidak ada drainase.

"Banjir ini paling tidak belasan tahun lah langganan banjir karena memang tidak ada parit drainasenya sejak tahun 2000an. Ini masih mending tinggal jalan yang tergenang, kalau semalam masuk ke rumah juga," ungkap Sarina kepada Tribun-Medan.com.

Lanjutnya, Sarina menuturkan bahwa tidak adanya drainase membuat aliran air terhambat dan memakan waktu hingga seminggu agar air genangan dapat terserap tanah.

Baca juga: Jalan Rusak di Kawasan Sipintu-pintu Bahayakan Pengguna Jalan, Satu Meter Bahu Jalan Amblas

"Genangan ini dari air hujan Sabtu lalu. Udah mulai surut tapi ya masih kayak gini mau dia seminggu kalau gak ada hujan baru terserap airnya. Kita udah capeklah ajukan dibuat drainase sama warga sekitar tapi sampai sekarang juga gak ada responnya. Kita berharap ada tindakan nyata lah," ujarnya.

Para pengendara yang lewat juga tampak harus mengangkat kaki dan berhati-hati lantaran dalam kubangan air terdapat lubang-lubang yang mengintai. 

Seperti Wani, pengendara yang hendak ke arah jalan besar Marelan. Wani tampak memakai sepatunya kembali setelah melewati kubangan lebar tersebut.

"Udah biasalah kayak gini apalagi kalau musim hujan. Udah macam sungai ini, padahal sebelahnya juga aliran Sungai Deli. Tapi kan kalau gini apa gak rusak jalan. Dulunya beraspal ini udah hampir gak ada lagi aspalnya karena sering terendam ya," kata Wani.

Imbas dari genangan yang selalu memenuhi Jalan Datuk Rubiah ini, hampir seluruh Jalan Datuk Rubiah tidak memiliki aspal yang masih layak untuk dilintasi dengan banyaknya lubang dan aspal yang terkena abrasi.

"Cepatlah ada perbaikan dari pemerintah. Sulit juga kadang kita gak tahu mana lubang dan mana yang enggak. Kan bahaya apalagi kalau malam-malam," pungkas Wani.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved