Bobby Aulia Menang Pilkada Medan

Angka Golput di Pilkada Medan Mecapai 54 Persen

Sementara itu, saingannya yakni Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi meraih sebanyak 342.580 suara atau 46,55 persen.

Tayang:
Penulis: Liska Rahayu |
HO/kompas.com
HASIL Quick Count Pilkada Medan Sementara, Live Streaming Perolehan Suara Sementara Akhyar dan Bobby 

Baginya, siapa pun wali kota biarlah mereka menjadikan Medan sebagai kota yang aman juga berkah.

"Sebab apa peduli mereka terhadap saya sineas independen yang sering membawa nama kota ini secara nasional dan internasional tanpa ada apresiasi apapun dari wali kotanya. Sudahlah urus saja masalah kota yang urgent, masalah seni bisa nanti saja, bangunlah Medan ini jadi kota digital atau apapun itu, terserahlah. Siapa pun wali kotanya hanyalah repetisi dari keajaiban-keajaiban yang sebelumnya. Medan tetap begitu gitu saja," ujarnya.

Ditanya mengenai harapan pada wali kota terpilih, Robby mengatakan, hanya ingin tutup telinga sambil mendengarkan lagu Payung Teduh melihat kinerjanya nanti.

"Dan menggunakan kesehatan mata saya untuk melihat kinerja wali kota terpilih sesuai dengan janji yang terucap dan citra yang dibangun itu. Pun tak henti mendoakan sembari menyeruput segelas sanger hangat dan mengunyah brownis kering buatan istri," katanya.

Lain lagi dengan Isan Herlambang, warga yang tinggal di Deliserdang namun ber-KTP Medan Amplas ini enggan mencoblos karena tak kenal calonnya.

"Malas aja. Satu karena aku enggak kenal calonnya yang satu lagi, kalau Bobby tau. Tapi aku enggak tahu prestasi Bobby ini. Jadi malas," katanya.

Lagipula, kata dia, saat ini tempat tinggalnya jauh dari TPS tempatnya mencoblos. Karena itu niatnya untuk ke TPS memang tidak ada.

"Kalau soal pindah memilih tahu sih ada aturannya. Tapi ya malas juga. Sekarang enggak percaya sama pemerintah, awal-awal kerja bagus. Jadi ya siapa aja yang menang ya terserah aja," katanya.

Seorang warga Medan Helvetia yang enggan menyebut namanya mengaku tidak ke TPS pada 9 Desember kemarin. Alasannya karena ia tidak suka pada calonnya.

"Enggak ke TPS. Golput kami. Enggak suka aja sama calonnya," katanya.

Ditanya kenapa, ia mengatakan calon Akhyar Nasution tidak memberikan kinerja yang baik selama menjabat. Sedangkan calon Bobby dianggapnya tidak mengerti mengurus Kota Medan dan tidak berpengalaman.

"Tengoklah (lihatlah) Medan masih gitu-gitu aja. Jadi kalau pak Akhyar janji-janji, kenapa janji-janji sekarang? Kalau Bobby, enggaklah. Dia kan gak pengalaman soal Kota Medan," katanya.

Ditanya apakah tahu program kerja kedua paslon, pedagang di Pasar Helvetia itu mengaku tahu.

"Tahu, tapi sama ajanya itu. Enggak adanya itu nanti," katanya.

Seorang Juru parkir bernama Eman (40) juga mengaku tidak menggunakan hak suaranya. Alasannya sederhana saja, katanya, ia malas dan lebih memilih tetap bekerja.

"Enggak. Bagus aku kerja," kata warga Medan Helvetia ini.

Ia melanjutkan, siapa pun yang terpilih dirinya tetap akan jadi tukang parkir.

"Naik orang itu, jadi tukang parkir juganya aku. Banjir juganya Medan ini," katanya.

(yui/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved